Beranda Headline Minta Tidak Tunjukkan Sikap Primordial

Minta Tidak Tunjukkan Sikap Primordial

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA M Zainul Majdi

Polemik Perubahan Nama BIL 

MATARAM – Gubernur NTB, M Zainul Majdi atau TGB buka suara soal penolakan warga Loteng soal perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).
Gubernur meminta agar tidak menunjukkan sikap primordial masing-masing, sebab NTB secara umum merupakan keluarga besar yang persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Apalagi karena dampak Pilkada 27 Juni lalu, yang mana telah terjadi beda pilihan politik sehingga akan terjadi gesekan yang mengatasnamakan primordial. Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada langkah yang menjebak diri sendiri. Daerah lain akan tidak akur dengan daerahnya.
Majdi mengaku, penamaan bandara itu merpuakan kewenangan pusat, hanya saja daerah diberi ruang unutuk mengusulkan nama baru sehingga dengan ususlan itu, TGB melihat nama ZAM itu tidak mendapatakan perdebatan panjang di pusat mengingat usualan itu merupakan nama pahlawan satu-satunya yang ada di NTB.
“Dan kita sangat apresiasi dengan keputusan pusat,” ujarnya.
TGB menjelaskan, pahlawan nasional itu merupakan seseorang yang telah terverifkasi secara lengkap di republik ini, menyangkut kepribadiannya, kiprah serta perjuangannya dan sebagainya sehingga akan sama dengan bandara lainnya di Indonesia yang penamaannya juga nama pahlawan masing-masing.
“Maaf beliau itu secara suku juga dari suku Sasak. Sehingga semua di Lombok ini sukunya sama meski secara wilayah ada Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara atau juga Mataram. Jangan kemudian karena si fulan tidak daerah satu daerah itu lantas namanya tidak bisa dijadikan satu nama didaerah lain. Itu nggak bagus,” jelas TGB.
Menurut TGB, jika ada hal-hal yang menjadi satu masalah dan belum diselesaikan sebaiknya diselesaikan secara internal, tanpa harus bertindak yang bisa merusak kesatuan dan persatuan sesama keluarga di NTB. TGB juga meyampaikan, jika ada penolakan yang didasarkan karena merasa tidak dilibatkan atau diajak rembuk, dengan santai TGB mengaku segala hal bisa diselesaikan secara baik-baik melalaui musyawarah dan juga diskusi.
“Saya pikir selalu ada ruang waktu untuk bicara sebagai satu keluarga” ungkapnya santai.

Sementara itu, TGB juga membantah isu pengalihan prasasti presiden ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kabarnya akan terganti oleh prasasti Joko Widodo di bandara tersebut. TGB menegaskan, isu itu hoax sebab prasasti di bandara akan ada dua yang berbeda dimana prasasti SBY prasatsi saat pengoperasian bandara dan prasasti Jokowi nantinya prasatsi penamaan bandara dengan nama Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
“Semua jasa jasa beliau harus dihargai,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here