Beranda Headline Inilah Model Rumah Persinggahan

Inilah Model Rumah Persinggahan

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA MODEL: Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H Kemal Islam menunjukkan gambar rumah persinggahan yang akan dibangun bagi korban gempa.

MATARAM —Pemkot Mataram akhirnya menemukan model untuk membangun hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa. Namun namanya bukan Huntara, karena nama itu menjadi program pusat. “Kita akan bangunkan rumah persinggahan. Kalau Huntara sudah kita ajukan ke pusat, tapi lama. Dan kita gak mau sama pakai nama Huntara,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, H Kemal Islam, kemarin.
Pemkot, lanjutnya, ingin berbuat secepat mungkin karena tidak ingin melihat masyarakat terlalu lama di pengungsian. Apalagi musim hujan segera datang. Lahan milik warga yang sebelumnya terbangun rumah, namun rusak parah akibat gempa sudah dibersihkan. Nantinya rumah persinggahan akan dibangun di atas lahan tersebut.
Rumah persinggahan menggunakan bambu dan terpal berkualitas. Harga per unit rumah persinggahan dihitung hanya Rp 1,5 juta, dengan luasan 2,5 x 4 meter persegi. Untuk pondasi bisa dipakai di bekas rumah lama milik warga, dengan lama pembangunan hanya satu hari. “Yang penting tidak tergenang, nyaman, dan aman,” katanya.
Begitu RISHA ada kepastian kapan dibangun, maka rumah persinggahan itu bisa dibongkar. Dalam pembangunan rumah persinggahan akan melibatkan sejumlah organisasi kepanduan. Seperti Menwa, PMI, KNPI, AMPG, klub motor, serta organisasi-organisasi lain yang ada di Mataram.
Rencana semula, untuk Huntara disiapkan anggaran Rp 1 miliar. Anggaran itu, kata Kemal merupakan sisa dana siap pakai (DSP). Namun untuk rumah persinggahan kemungkinan hanya butuh anggaran Rp 750 juta. “Pemerintah mancing dulu. Insya Allah bisa bertahan untuk empat bulan bertahan ke depan,” imbuhnya.
Rencananya, rumah persinggahan mulai dibuat pean depan di semua wilayah yang terdampak parah gempa. Jumlah total yang akan dibangun sebanyak 500 unit. “Nanti kita bagi wilayah untuk pembangunannya,” ucapnya.
Mengenai model rumah persinggahan itu, merupakan hasil masukan dari berbagai pihak. Warga diklaim Kemal, sudah setuju dan pasti senang dibuatkan rumah persinggahan. “Apalagi ini dibuatkan cuma-cuma, dikasih bantuan. Satu rumah bisa untuk 5-6 keluarga,” ungkapnya.
Mengenai progress pembersihan reruntuhan rumah, menurut Kemal, sudah rampung di Lingkungan Pengempel Indah, Gontoran Barat, dan Tegal. Kini sedang berlangsung pembersihan di wilayah Jangkung dengan target lima hari tuntas. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here