Beranda Headline Tenaga Medis pun Layak Dapat Tunjangan

Tenaga Medis pun Layak Dapat Tunjangan

BERBAGI
Dok/RADAR MANDALIKA BEROBAT: Salah satu tenaga medis saat melayani pasien yang terdampak bencana gempa lalu di tenda darurat.

KLU —Tunjangan khusus kepada tenaga guru yang terdampak bencana gempa beberapa waktu lalu oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengundang pro kontra. Sebab dalam kebijakan ini pemerintah pusat dinilai tidak adil dalam memberikan tunjangan. Sebab selain guru, abdi negara lainnya pun berharap tunjangan serupa. Termasuk tenaga kesehatan. Sebab dalam musibah ini, selain menjadi korban, tim medis juga memiliki jasa besar dan dinilai layak mendapat tunjangan serupa.
Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara, Bidang Kesehatan, Rohaiman menjelaskan, saat tim medis harus berkumpul dengan keluarga pascagempa melanda, namun mereka rela berpisah untuk menolong para korban lainnya. Mereka lebih mementingkan tugasnya sebagai abdi negara ketimbang memilih keluarga.
“Ini tidak ada kordinasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengusulkan tunjangan ini. Guru memang berjasa, namun tenaga kesehatan juga tidak kalah penting,” ungkapnya.
Ia menilai tidak adil perlakuan pemerintah kepada tenaga kesehatan menurutnya sesuatu hal yang wajar. Sebab mestinya pemetintah harus bijak dalam menentukan suatu kebijakan saat musibah menimpa.
Ditemui terpisah, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar menyampaikan hal serupa. Dirinya mengaku sependapat dengan yang disampaikan Rohaiman.
Namun demikian, untuk kebijakan pemberian tunjangan itu bukan ditentukan pemerintah daerah namun menjadi kebijakan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Saya juga melihat langsung bagaimana tenaga medis yang standby merawat pasien. Mereka sampai dibentak oleh keluarga pasien malam itu,” ulasnya.
Atas ketidakadilan kebijakan ini pun Najmul berjanji akan memperjuangkan ke pusat untuk menyuarakan agar apa yang dilakukan Kemendikbud bisa diperjuangkan untuk tenaga kesehatan.
“Saya berencana akan road show nanti ke pusat terutama ke Kemenkes, menyuarakan aspirasi tenaga medis ini,” janjinya.
Untuk diketahui tenaga honorer dan PNS guru di Lombok Utara diberikan tunjangan cukup besar. Untuk honorer, tunjangan diberikan senilai Rp 12 juta dengan diambil perbulan sebesar Rp 2 juta. Sementara untuk tenaga PNS mendapat Rp 9 juta yang diberikan bersamaan minggu lalu di Terminal Bangsal secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here