Beranda Headline Pusat Sunat 3 Ribu Usulan CPNS

Pusat Sunat 3 Ribu Usulan CPNS

BERBAGI
ilustrasi

MATARAM – Usulan Pemprov NTB untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau ASN ke pemerintah pusat cukup besar, ada 6.133 CPNS. Namun, jatah NTB disunat pemerintah pusat sebanyak 3.218 CPNS ( 3 ribu lebih, Red ). Dan jatah atau kuota untuk NTB ditetapkan sebanyak 2.915 dengan. Rinciannya, Provinsi sendiri sebanyak 332, Lobar 185, Loteng 481, Lotim 225, Bima 332, Sumbawa 217, Dompu 173, Sumbawa Barat 226, KLU 264, Kota Mataram 262 dan Kota Bima 198.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Fathurrahman menyampaikan, angka itu jauh dari kebutuhan yang dilihat dari jumlah usulan pemprov. Dimana, sebelumnya Pemprov mengusulkan 6.133 CPNS dengan 700 formasi terdiri dari guru kelas sebanyak 30, guru agama 18, dan guru penjaskes 18. Adapun guru mata pelajaran sejumlah 284 formasi. Selanjutnya, untuk tenaga kesehatan diusulkan 201 formasi dan infrastrukur sejumlah 149 formasi. Angka 700 itu termasuk penambahan dari jumlah Batas Usia Penisunan (BUP) per 2018 ini, sebesar 411 formasi.

Sementara untuk usulan di kabupaten/kota sebelumnya kota Mataram hanya mengusulkan formasi berdasarkan BUP sejumlah 498 orang saja. Terdiri dari guru kelas 247, guru agama 17, guru penjakses 17 serta guru mata pelajaran 17 formasi. Sementara untuk tenaga kesehatan di kota Mataram diusulkan150, infrastruktur 13 dan teknis lainnya 36 formasi, ditambah jabatan pelaksana satu formasi saja.

Untuk Lombok Barat, telah diusulkan 215 formasi dari BUP 205 formasi. Terdiri dari guru kelas 18 formasi, guru agama 18 dan guru penjaskes 18 serta guru mata pelajaran 56 formasi. Kemudian tenaga kesehatan diusulkan 75 formasi, Infrastruktur 11, Teknis lailainnya 24 dan jabatan pelaksana 11 formasi.

“Kita memang masih kurang dari kebutuhan, tapi 2.915 yang diberikan untuk NTB tahun ini. Pembukaan lagi tentu ada tahun depan,” yakin dia.

Namun, jumlah kuota itu di luar rekrutmen CPNS K2 yang berjumlah ratusan yang mana data basenya telah ada sejak 2013 lalu di BKN. Syaratnyapun sudah ditentukan usia maksimum 35 tahun pada 1 Agustus 2018, dan bekerja terus menerus sampai saat ini. Kemudian bagi tenaga pendidik maksimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K2 pada 3 November 2013. Selanjutnya, bagi tenaga kesehatan, minimal berijazah dan lainnya yang diperoleh sebelum seleksi honorer K2 pada 3 November 2013.

“Mereka harus memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K2 tahun 2013 juga,” terangnya.

Sementara khusus untuk tahun ini, secara umum kata Fathur bidang yang dibutuhkan pendidikan, kesehatan dan infrastrukur teknis. Pendaftaran pada 19 September dengan menggunakan satu satu portal SSCN yang ada di BKN. Fathur juga menjelaskan, untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilakukan pada 16 Oktober dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan terselenggar empat hari setelah itu yaitu, 20 Oktober dan pengumuman kelulusan ditetapkan pada 30 November. Untuk tesnya, akan dilaksanakan di lima titik Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dompu dan Kabupaten Bima.

Ditegaskan juga, penyelenggaraan CPNS tahun 2018 dipastikan objektif dan transparan. Tidak ada jalur bawah, atas, kiri, kanan meski mengatasnamakan BKD, Sekda atau bahkan bupati dan juga gubernur. Semuanya transparan, akuntabel di bawah pendampingan BPKP dan KPK.

“Ini murni tidak ada yang bisa back up,” yakin dia. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here