Beranda Headline Isi Kekosongan Pendamping Desa, Dinas Pmd Sulawesi Utara Selenggarakan Tes Seleksi Promosi

Isi Kekosongan Pendamping Desa, Dinas Pmd Sulawesi Utara Selenggarakan Tes Seleksi Promosi

BERBAGI

Untuk mengisi kekosongan posisi Pendamping Desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulawesi Utara menyelenggarakan Tes Seleksi Promosi untuk mengisi kekosongan dua posisi Tenaga Ahli, yakni Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP) dan Tenaga Ahli Pembangunan Ekonomi Desa (TA-PED) di Kantor Dinas, Komplek Gubernur Sulawesi Utara, (12-13/09/08).

Kepala Dinas PMD, Provinsi Sulawesi Utara,
Drs. Royke H. Mewoh, DEA., dalam pengarahannya di hadapan puluhan peserta tes seleksi di ruang kerjanya, berharap agar Tes Seleksi Promosi ini terlaksana dengan baik dan menghasilkan peserta terbaik bagi upaya peningkatan kinerja pendampingan yang optimal sehingga tidak lagi terdapat kekosongan posisi, terutama Tenaga Ahli di Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut.

“Saya berharap Tes Seleksi Promosi kali ini secepatnya menghasilkan yang terbaik untuk meningkatkan kinerja pendampingan Desa, terutama di lokasi kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ikan Sepat, Ikan Gabus. Semakin cepat, semakin bagus”, katanya.

Menurut Pansel, Satker Provinsi Sulawesi Utara,
Detty D. Kumendong, SE., Tes Seleksi Promosi ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari para Pendamping Desa (PD) untuk berkompetisi menempati kekosongan posisi Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA- PP) dan Tenaga Ahli Pembangunan Ekonomi Desa (TA-PED) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tes Seleksi dilakukan secara bertahap, yaitu Tes Wawancara dan Tes FGD (Focus Group Discussion).

Adapun Tim Seleksi terdiri dari unsur Satker Direktorat Jenderal PPMD, Muh. Arwani (KN-P3MD), unsur Satker Provinsi, Antony Ratu, dan unsur KPP (Koordinator Program Provinsi), Ari Paputungan.

Menurut Tim Seleksi dari unsur Satker Provinsi, Antony Ratu, Tes Wawancara dilakukan untuk menggali lebih mendalam terkait wawasan, pengetahuan tentang regulasi, motivasi dan komitmen calon peserta. Dari tahapan Tes Wawancara, lanjutnya, dilakukan pendalaman lagi berupa Tes FGD (Focus Group Discussion), dimana setiap kelompok diberikan satu tema tertentu, baik terkait masalah regulasi dan masalah pendampingan desa, seperti implementasi Permendes Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan Program Padat Karya Tunai Dana Desa untuk selanjutnya dijadikan bahan diskusi mendalam bagi peserta seleksi untuk dicarikan solusi.

“Kedua metode Tes Seleksi, yakni Wawancara dan FGD itulah nantinya diakumulasi dan diharapkan menghasilkan peserta terbaik yang memiliki kemampuan pemahaman regulasi, komitmen kerja dan kerjasama tim. Persaingan sangat ketat. Hanya dua posisi diperebutkan”, pungkasnya.

Hasil Tes Seleksi Promosi dilakukan perenkingan nomor 1 (Satu) sampai dengan ranking terakhir yang telah diakumulasi dari hasil Tes Wawancara dan Tes FGD tersebut, langsung diserahkan kepada Satker Provinsi. Setelah itu, Satker Provinsi menyampaikan hasil akhir Tes Seleksi Promosi yang dituangkan dalam Berita Acara kepada Satker Ditjen PPMD untuk dimintakan persetujuan terhadap mereka yang dinyatakan lulus.

Bagi yang dinyatakan lulus berdasarkan perenkingan nomor 1 (Satu) sampai dengan rangking nomor selanjutnya, sesuai dengan kuota kebutuhan, sebelum dilakukan kontrak kinerja oleh Satker Provinsi, akan diberikan pembekalan berupa tertentu, seperti berupa kegiatan IST (In Service Trainning).
(ar/ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here