Beranda Mataram Gempa Picu Mataram Deflasi

Gempa Picu Mataram Deflasi

BERBAGI

MATARAM —Besi menjadi komponen menyumbang inflasi Kota Mataram di bulan Agustus lalu. Padahal sebelumnya, besi tak pernah masuk daftar penyumbang inflasi. ”Besi menyumbang 0,04 poin inflasi. Itu karena permintaan tinggi, selain faktor harga dolar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Isa Ansyari, kemarin.
Secara keseluruhan, di bulan Agustus Kota Mataram terjadi deflasi minus 0,07. Penyebab deflasi adalah bahan makanan yang diproduksi sendiri daerah ini. Deflasi memang biasanya terjadi saat mulai panen raya. Karena stok banyak. “Hanya harga beras ada kenaikan. Sedangkan cabai over produksi, sehingga harganya murah. Begitu juga ayam anjlok karena permintaan turun,” ungkapnya.
BPS, lanjutnya, telah melakukan pendataan perkembangan harga sebelum dan sesudah gempa. Di tingkat konsumen pada bulan Agustus, setelah tiga kali diguncang gempa besar, harga-harga turun. “Tadinya diperkirakan Agustus inflasi, tetapi terjadi deflasi atau penurunan harga. Artinya, nilai uang yang kita miliki mencukupi sesuai daya beli,” jelasnya.
Hanya perlu waspadai kebutuhan masyarakat pascagempa, utamanya untuk melakukan pembangunan. Dari hasil pantauan BPS, harga besi terjadi lonjakan di bulan Agustus. “Itu kondisi yang mengagetkan karena tingginya permintaan. Selain penyebabnya karena kenaikan dolar, dan itu situasi secara nasional,” ungkapnya.
Begitu juga di komponen bahan makanan, utamanya harga beras perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, harga beras di Mataram cenderung naik dibandingkan daerah lain. “Seperti di Denpasar Bali, harga relatif tetap. Mungkin karena permintaan tinggi. Beras dari luar juga cukup banyak untuk bantuan, sehingga harga naik sedikit,” jelasnya.
Kemudian harga kebutuhan makanan yang diproduksi sendiri, kata Isa, tetap terjaga baik. Bahkan terjadi penurunan harga. Begitu juga hasil peternakan terjadi penurunan harga, hingga harga cenderung relatif terjaga. Namun setelah ini, akan terjadi normalisasi. Masyarakat akan mulai memenuhi kebutuhannya, sehingga kebutuhan akan meningkat. “Hukum pasar akan berlaku. Terjadi kenaikan harga, karena akan ada permintaan warga yang meningkat,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here