Beranda Headline Bupati Loteng Tunggu Balasan Kemenhub

Bupati Loteng Tunggu Balasan Kemenhub

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA H Moh Suhaili FT

PRAYA — Penolakan pergantian nama Bandara Udara Lombok Internasional Lombok (BIL) atau LIA, menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) masih terus diperjuangkan Pemkab Loteng. Bahkan surat penolakan itu sudah dilayangkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang ditembuskan juga ke Presiden Joko Widodo.

Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT mengatakan, sebagai bentuk penolakan perubahan nama bandara menggunakan nama Pahlawan Nasional asal NTB itu. Namun hingga sekarang, masih belum ada balasan.
“Kami akan tetap akan mempertahankan nama bandara sebelumnya. Karena nama BIL sudah sangat netral dan sudah mendunia,” tegas Suhaili di pendopo bupati, kemarin.
Kepada media, Suhaili menyampaikan, penolakan perubahan nama BIL ini, pada dasarnya tidak mau ada keributan di tengah masyarakat. Sehingga pihaknya bersurat kepada pemerintah pusat.
“Pergantian nama bandara itu saat ini masih status kull, dan Kementerian Perhubungan sudah menindaklanjuti persoalan ini untuk mempertimbangkan kembali nama itu,” bebernya.
Menurut dia, bahwa kalau tidak ada tujuan politik tertentu dalam perubahan nama bandara ini, pasti Pemerintah Provinsi yang mengambil kebijakan sebelumnya akan menggundang semua pihak untuk membahas pergantian nama. Pemerintah dan masyarakat Loteng sesungguhnya tidak ada masalah, namun karena tanpa pemberi tahu yang membuat pihak kecewa dan yang berbuntut penolakan.
“Wajar masyarakat tidak setuju, karena mekanisme tidak sesuai prosedural,” sebutnya.
Selain itu, Suhaili juga membantah soal statemen Sekda Provinsi NTB di media massa yang menyatakan telah mengundang semua pihak dalam membahas pergantian nama bandara tersebut.
“Kapan kita di undang, dimana mana daftar hadir rapat itu,” tanyanya tegas.
Untuk persoalan ini, pihaknya sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing melakukan hal-hal yang akan memicu konflik.
“Biarlah ini menjadi urusan Pemkab. Namun bila keputusan itu tetap saja, kami tidak bisa berbuat banyak yang jelas kami sebagai pelayan masyarakat sudah menyampaikan aspirasi masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman menyampaikan, pihaknya sebagai petugas keamanan tetap memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat. Sejauh ini, untuk pro kontra penolakan nama bandara memang masih terjadi, tapi masyarakat khsusu warga Lombok meski menolak, sangat cinta damai serta taat hukum.
“Allhamdulillah hingga sekarang masih aman dan kondusif,” kata kapolres.
Untuk keamanan bandara sendiri tetap seperti biasanya, tidak ada penambahan anggota, namun pihaknya tetap melaksanakan patroli rutin ke sana. “Sebelum pergantian nama itu juga kami tetap melakukan patroli ke sana. Bukan kali ini saja,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here