Beranda Headline Alokasikan 1 Miliar untuk Huntara

Alokasikan 1 Miliar untuk Huntara

BERBAGI
Ist/RADAR MANDALIKA RUSAK PARAH: Kondisi salah satu rumah warga yang rusak parah akibat gempa saat ditinjau Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh beberapa waktu lalu.

MATARAM —Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran hingga Rp 1 miliar untuk pembangunan hunian sementara (Huntara), bagi korban gempa. Langkah ini diambil menyusul belum kunjung jelasnya realisasi pembangunan RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). “Kita punya dana Rp 1 miliar untuk huntara, dan akan dibuat 500 unit,” kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, kemarin.
Pengalokasian anggaran, dan unit rumah yang dibangun tentunya disesuaikan dengan kemampuan fiscal daerah. Meski dari sisi kebutuhan huntara, dengan melihat banyaknya rumah warga yang rusak parah akibat gempa, tentu belum seluruhnya terakomodir. “Anggaran itu dari APBD kita,” sambungnya.
Ide pembangunan huntara ini akan dibahas dengan beberapa lembaga kemasyarakatan social, guna membantu Pemkot Mataram berpikir. Bagaimana konsep huntara tersebut. “Kalau sudah ketemu konsepnya, dan dipandang representatif, akan dibangunkan. Bentuknya sesederhana mungkin, dan tetap di lahan mereka. Mungkin mereka merasa nyaman di lahan sendiri,” jelasnya.
Mohan yakin, meski huntara dibangun tidak akan mengganggu pembangunan RISHA. Apalagi RISHA akan selesai dua hingga tiga hari saja, karena dalam bentuk cetakan. “Tidak masalah. Seminggu siap, (huntara) bisa digeser,” katanya.
Kini, Pemkot Mataram bersama masyarakat korban gempa masih menunggu kepastian pembangunan RISHA. Apalagi musim penghujan segera tiba, dikhawatirkan cetakan RISHA tidak bisa kering akibat hujan. “Kita mendorong supaya RISHA segera bisa direalisasikan. Dan kami siap untuk membuat RISHA,” katanya.
Pemkot sejauh ini bertugas mensuplay data mengenai korban jiwa dan kerusakan lainnya. Kemudian melakukan pembersihan kawasan yang mengalami kerusakan masif. Sampai saat ini, tiga lingkungan sudah dibersihan. “Sekarang sedang pembersihan di lingkungan yang kerusakannya sporadik. Pembersihan itu secara manual,” katanya.
Bersamaan dengan pembersihan, masyarakat juga sedang mengidentifikasi batas lahan miliknya. Sehingga petugas pembersihan diminta jangan sampai melewati pondasi. Harapannya, dengan selesainya pembersihan maka RISHA bisa segera dibangun. “Ternyata butuh proses administrasi, dan proses pembangunan butuh waktu lama. Masyarakat masih tinggal di tenda permenan. Sementara musim hujan segera datang, harus percepat mereka dapat tempat hunian sementara yag representative,” jelasnya.
Hal itulah yang sedang dipikirkan pemkot, sembari menunggu rampungnya RISHA. “RISHA juga harus dicetak, dan itu butuh waktu,” imbuhnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here