Beranda Praya Metro Sosok Tim Pahlawan Lombok Untuk Gempa

Sosok Tim Pahlawan Lombok Untuk Gempa

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PEDULI : Tim Pahlawan Lombok Untuk Gempa saat bersiap merobohkan rumah di wilayah Kecamatan Batukliang, belum lama ini.

Mirip Tim Bedah Rumah, Namun Fungsinya Buldoser Desa

Hujan sudah mulai turun, bagunan berdampak gempa sangat berat risikonya jika dibiarkan berdiri. Apalagi yang rusak berat. Warga suatu waktu bisa kena reruntuhan bangunan. Seperti apa penanganannya?
HAFIDZUDDIN – LOTENG

WARGA di wilayah Batukliang dan Batukliang Utara (BKU) punya relawan yang siap merobohkan rumah yang rawan untuk roboh suatu waktu. Sebab, rumah yang masih berdiri harus segera dirobohkan karena berbahaya pada orang lain. Perlu mereka yang punya keikhlasan dan kepedulian tinggi untuk melakukan ini. Mereka menamai dirinya Pahlawan Lombok untuk Gempa, kadang warga sekitar menyebut mereka Buldoser desa yang memiliki kantor sekertariat di Dusun Lendang Kekah, Desa Tampak Siring.
Pekerjaan mereka terbilang cukup sulit, yakni merobohkan rumah warga yang rusak berat. Alat-alat yang digunakan untuk merobohkan rumah juga tidak menggunakan alat berat. Cukup dengan amer, palu, pemotong besi, dan alat-alat pertukangan lainnya yang disesuaikan.
“Usai kami robohkan, kami dorong pemilik rumah memanfaatkan sisa puing bangunan akibat gempa untuk kita rekonstruksi menjadi hunian sementara (huntaran),” kata salah satu inisiator program Buldoser desa, Haris Munandar, kemarin,
Tak tanggung-tanggung banyak permintaan sudah dilayangkan ke tim ini, pertama di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang. Sebanyak 47 rumah siap dirobohkan dalam waktu dekat. Saat ini sudah tujuh rumah sudah dirobohkan di Dusun Lendang di Kekah Desa Tampak Siring, Tojong-Ojong Tengaq di Desa Selebung, dan Dusun Ceret di Desa Mantang.
“Usai dirobohkan, kami ajak warga membuat hunian sementara di atas rumah yang terkena gempa. Stop Talking, Star Doing (stop wacana, mari kita lakukan),” sambung Koordinator Buldoser Desa, Samsul Hadi.
Pihaknya mengajak dan menggerakkan pemuda, orang tua, kaum perempuan untuk kembali bergotong royong untuk merobohkan rumah warga dan membuat hunian sementara (huntara) dari bahan bahan robohan rumah, sehingga mereka bisa kembali ke rumah.
“Program ini dari warga untuk warga, ratakan kembali bangunan karena gempa, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” kata Samsul dengan semangat.
Dalam waktu dekat, pihaknya bakal bergerak ke Desa Peresak yang di sana terdata 102 rumah rusak berat serta 2907 KK pengungsi.
“Sebagian sudah dirobohkan. Kita libatkan masyarakat setempat secara swadaya merobohkan rumah yang rusak berat ini,” kata Kades Peresak, Sahirudin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here