Beranda Headline Seleksi CPNS Pekan Depan

Seleksi CPNS Pekan Depan

BERBAGI
ILUSTRASI

Jatah NTB Ditentukan Hari Ini

MATARAM – Informasi perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak lama dinantikan masyarakat luas di NTB. Kini, kabar gembira itu pun datang. Seleksi CPNS tahun ini, akan dibuka pekan depan pada tanggal 19 September.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Fathurrahman mengaku nantinya di NTB untuk tesnya akan dilaksanakan di lima titik kabupaten/Kota, Mataram, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dompu dan Kabupaten Bima. Hal itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi (Rakor) di kantor Kementerian Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) bersama BKD se-Inodnesia yang membahas rekrutmen CPNS. Namun lokasi pasti di daerah-daerah itu akan diumumkan berikutnya.

Menurut Fathur, pemerintah memastikan akan mengangkat 238.015 CPNS kategori umum dan khusus. Untuk instansi pusat terdapat 76 instansi dengan formasi 51.271 orang. Sedangkan 186.744 orang untuk 525 pemerintah daerah (Pemda). Sementara untuk kepastian berapa kuota di NTB akan diterimanya pasca penetapan formasi se-Nasional.
“Kita akan terima besok (Hari Ini,Red) karena penetapan formasi dari pusat diputuskan dari tanggal 11-12 September,” terang Fathur dikonfirmasi kemarin di Mataram.
Fathur menjelaskan, untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilakukan pada 16 Oktober dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan terselenggar empat hari setelah itu yaitu, 20 Oktober dan pengumuman kelulusan ditetapkan pada 30 November.
“Untuk pendafataran tanggal 19 September melalui on line portal sscn.bkn.go.id. ini serentak,” kata dia.
Ia juga menyampaikan, formasi kategori khusus di daerah diperuntukkan bagi Cumlaude, penyandang disabilitas dan tenaga pendidik serta tenaga kesehatan. Formasi itu, diperuntukan untuk eks K2 yang tidak lulus dan memenuhi persyaratan mengikuti tes CPNS. Sementara untuk syaratnya usia maksimum 35 tahun pada 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini. Kemudian bagi tenaga pendidik maksimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K2 pada 3 November 2013. Selanjutnya bagi tenaga kesehatan, minimal berijazah yang diperoleh sebelum seleksi honorer K2 pada 3 November 2013.
“Mereka harus memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K2 tahun 2013 juga,” sambung dia.
Fathurrahman meyakini, pemerintah pusat akan mengakomodir semua usulan Pemda. Mengingat, usulan terakhir merupakan hasil verifikasi setelah dilakukan evaluasi oleh pihak kementerian. Kalau melihat dari dasar alokasinya, sesuai dengan yang Pemprrov usulkan dimana jumlah usulan 11 Pemda di NTB untuk formasi CPNS mencapai 6.133 formasi. Pemprov NTB sendiri mengusulkan 700 formasi, kemudian Kota Mataram 498, Lombok Barat 215, Lombok Utara 314, Lombok Tengah 1.282, dan Lombok Timur 250. Ditegaskan juga, penyelenggaraan CPNS tahun 2018 dipastikan objektif dan transparan.
“Tidak ada jalur bawah, atas, kiri, kanan. Semuanya transparan, akuntabel di bawah pendampingan BPKP dan KPK. Kalau ada oknum yang katanya bisa meloloskan, itu penipuan. Diharapkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh iming-imimg dan janji-janji oknum yang mengatakan dirinya bisa, harap waspada,” imbaunya.
Disinggung dengan daerah yang terdampak bencana gempa, Fathur mengaku Pemprov pada rakor tersebut telah meminta sejumlah kebijakan dimana solusi bagi sarjana yang dokumen ijazahnya hilang akibat gempa. Namun sampai saat ini, pihaknya belum menerima usulan kebijakan itu dari pemerintah pusat.
“Sudah dikoordinasikan tinggal menunggu kebijakan pusat,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here