Beranda Headline Perolehan Pajak Diprediksi Berkurang 9 Miliar

Perolehan Pajak Diprediksi Berkurang 9 Miliar

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA H Syakirin Hukmi

MATARAM —Gempa diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pajak. Badan Keuangan Daerah (BKD) akan mengajukan rasionalisasi target pajak, karena perolehan pajak berpotensi berkurang hingga Rp 9 miliar. Dari target untuk pajak yang dikelola BKD sebesar Rp 148 miliar, untuk 10 jenis pajak. “Akan kehilangan dari pajak parkir, hiburan, reklame, restoran, dan PBB. Semoga pertengahan September ini mulai membaik,” kata Kepala BKD Kota Mataram, H Syakirin Hukmi, Senin (10/9) lalu.
Dari target perolehan pajak Rp 148 miliar, sampai saat ini telah terealisasi 70 persen atau Rp 103 miliar. Dicontohkan Syakiri, parkir di Lombok Epicentrum Mal (LEM), Mataram Mal, hingga RSUP NTB belum normal. “Gak ada orang belanja, masak kita mau paksa orang parkir. Jadi Agustus sepi. Tapi mereka sudah bayar kewajibannya untuk bulan Juli,” jelasnya.
Mengenai Pajak Bumi Bangunan (PBB), perpanjangan masa jatuh tempo pembayaran PBB kemungkinan dilakukan hingga November, dari seharusnya 30 Agustus. Sampai saat ini, perolehan untuk PBB adalah 75 persen dari target Rp 26 miliar atau Rp 19,6 miliar. “Harapannya bisa di atas 90 persen. Masih ada upaya, di tiga bulan ini ini kita kerja keras untuk memenuhi target,” jelasnya.
Akibat gempa, akan dilakukan penghapusan sanksi adm bagi wajib pajak yang membayar PBB di atas tanggal 10 Agustus. “Tidak ada denda administrasi. Hanya membayar pokok pajak,” katanya.
Syakirin tetap memiliki optimism target bisa tercapai dengan upaya bersama. Namun ia juga tak bisa memaksakan kondisi, karena masih melihat kondisi bangunan serta ekonomi masyarakat. “Masyarakat belum tentu bisa bekerja. Semua terdampak (gempa),” tegasnya.
Begitu juga untuk pajak hotel, melalui Asosiasi Hotel Mataram (AHM) sudah meminta keringanan pajak. “Kita sedang kaji lebih lanjut permintaan itu, untuk pajak hotel dan restoran. Kita juga ingin berikan dukungan, untuk tingkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkap Syakirin yang bisa memaklumi kondisi di hotel. Tamu sepi, karyawan juga tidak berani berani masuk kerja. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here