Beranda Headline Mendikbud Ajak Kembali ke Sekolah

Mendikbud Ajak Kembali ke Sekolah

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DEKAT: Mendikbud RI, Muhadjir Efendy saat mengarahkan mik kepada salah seorang siswa SDN 2 Kekait Gunung Sari Lobar, Minggu (9/9).

LOBAR — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Efendy meminta agar proses belajar mengajar kembali dilakukan. Setelah hampir sebulan lebih, sejumlah sekolah terdampak gempa belum kembali memulai aktifitas belajar mengajar secara normal.
Bila pembelajaran belum juga dimulai, dikhawatirkan akan berdampak pada ketertinggalan pelajaran para siswa. “Kita canangkan serentak di wilayah terdampak gempa memulai aktifitas belajar mengajar, apapun kondisinya,” katanya saat mengunjugi SDN 2 Kekait Kecamatan Gunung Sari, Minggu (9/9) lalu.
Terhadap psikologi para guru, dianggapnya sudah siap kembali mengajar. Jika dibiarkan tidak mengajar, dikhawatirkan berdampak kepada para siswa yang sulit mulai kembali belajar. Lantaran sudah terlalu nyaman tidak melakukan aktifitas belajar mengajar.
“Atau mungkin mereka bisa datang, cuma konsentrasi ke pelajaran berbeda,” jelasnya.
Mendikbud mengaku masih akan melihat dulu perkembangan proses pembelajaran. Jika masih dapat terkejar proses pembelajaran dan jadwal ujian, tetap dibantu untuk mengejar ketertinggalan. Bila tidak terkejar, pihaknya akan membuat suatu kebijakan khusus bagi daerah terdampak gempa.
“Misalnya ujian bisa ditunda dan sebagainya, tapi tetap akan kita percepat. Nanti harus ada afirmasi bantuan khusus agar bisa mengejar ketertinggalan itu,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Mendikbud juga menyempatkan melihat salah satu bantuan sekolah darurat yang diterima Lobar dari relawan. Serta terdapat penyerahkan bantuan perlengkapan belajar mengajar kepada Bupati Lobar sebanyak tiga truk.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengaku bersyukur adanya bantuan itu diterima pihaknya. Baik dari relawan, pemerintah provinsi maupun kementerian. Menurutnya, Mendikbud sangat mengapresiasi relawan yang sudah membangunkan sekolah sementara. Bahkan Kemndikbud siap memberikan bantuan tenda untuk sekolah darurat.
Diakui, kebutuhan tenda belum mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 50 unit tenda untuk sekolah darurat. “Tadi disebutin Pak Menteri harus sesuai standar tendanya. Ada beberapa bantuan juga yang datang dari luar,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, M Hendrayadi menambahkan, bagi sekolah yang terdampak gempa akan dilakukan penyesuaian jadwal belajar mengajar. Hal ini guna mempercepat ketertinggalan pembelajaran. Penyesuaian itu dapat berupa penambahan pembelajaran atau bimbingan belajar (Bimbel).
“Mekanisme seperti itu pasti ada. Besok sekitar 40 guru-guru yang terdampak itu akan dilatih secara teknis oleh kementrian di LPMP,” pungkasnya. (win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here