Beranda Headline Mekanisme Pembangunan Rumah Belum Jelas

Mekanisme Pembangunan Rumah Belum Jelas

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA RISHA : Contoh teknologi Risha yang wacananya akan digunakan pemerintah untuk membangun rumah warga, terutama yang rumahnya mengalami rusak berat.

Rekening Bantuan Terblokir

LOTIM – Dalam masa transisi ke pemulihan, salah satu programnya melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan rumah warga korban gempa bumi. Sementara, dana bantuan terhadap korban yag rumahnya mengalami rusak berat hingga rusak ringan, sudah ada dalam rekening bank. Hanya saja, rekening dana stimulan itu masih terblokir. Menunggu mekanisme pembangunan rumah korban yang belum jelas.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Lotim, Ahmad Subhan, via ponselnya, kemarin mengatakan, dana sebesar Rp 148 miliar lebih itu sudah ditransfer ke rekening masing-masing. Namun mekanisme pembangunan rumah warga dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), belum jelas. Satu contoh yang belum jelas, siapa yang membangun rumah, modelnya seperti apa.
Apakah model Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang akan digunakan atau tidak, juga belum ada keputusan. Meski pun, ukurannya tetap menggunakan 3×6 meter persegi. Karena itu, hingga kini pemerintah di tingkat kabupaten, masih menunggu petunjuk dari Kementerian PUPR. “Kalau sudah ada kejelasan mekanisme pembangunan rumah, dananya pasti langsung bisa dicairkan warga,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, ucap Subhan, terdapat beberapa warga yang mencoba ingin menarik dana tersebut. Namun oleh pihak perbankan, tetap tidak bisa merealisasikannya karena status masih terblokir. Rekening masih diblokir, bukan karena persoalan mekanisme pencairan, karena memang dana tersebut sudah ada dalam rekening. “Jangan sampai dicairkan dan digunakan membayar hutang dan sebagainya, makanya masih diblokir,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, di wilayah KLU pembangunan model Risha sempat ada penolakan dari beberapa korban gempa bumi. Sementara di Lotim, belum ada penolakan. Sebab masih dalam tahap sosialisasi. “Kita tunggu saja dari Kementerian PUPR, apakah akan menggunakan teknologi Risha atau tidak,” katanya.
Selama status transisi ke pemulihan, hasil pantauannya diw ilayah Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun, para pengungsi secara berangsur-angsur mulai kembali ke rumah masing-masing. Terutama, mereka yang rumahnya mengalami rusak ringan. “Warga yang rumahnya rusak ringan, meski datanya sudah masuk dan menerima bantuan, ada yang mulai perbaiki sendiri kerusakan. Sembari menunggu aturan bantuan stimulan turun,” pungkas Subhan. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here