Beranda Headline Masyarakat Lombok Akan Ngadu ke Dewan

Masyarakat Lombok Akan Ngadu ke Dewan

BERBAGI

MATARAM – Perubahan nama Bandara dari Bandara Internasionla Lombok (BIL) atau Lombok Internasional Airport (LIA), menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) masih menuai protes dari kalangan masyarat Lombok.
Hari ini, Pimpinan DPRD NTB akan menerima puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lombok(AML). Kehadirnya akan mempertanyakan proses perubahan nama BIL atau LIA, menjadi Bandara Udara ZAM seperti dalam keputusan Menhub Nomor KP 1421 Tahun 2018 yang diteken 5 September lalu.

Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya mengaku telah menerima surat dengan tujuan hearing bersama DPRD NTB. Dalam surat itu, sebanyak 75 orang akan meminta penjelasan mekanisme perubahan nama bandara yang tiba-tiba mengagetkan masyarakat Lombok khususnya Lombok Tengah baru-baru ini. Mengingat dalam SK Menhub itu, sesuai bunyi SK Menimbang butir a disebutkan bahwa dalam rangka menetapkan nama bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjij. Telah didapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Majlis Adat Sasak serta keputusan Presiden RI nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
“Besok (Hari Ini,Red) kita akan terima mereka,” kata politisi Gerindra asal Loteng itu.
Wirajaya mengaku, mereka bermaksud menanyakan bagaiamana proses yang ada di DPRD NTB sehingga mendapatkan persetujuan seperti SK Menhub itu. Tentu niat baik mereka harus diterima sebagai wakil rakyat. Apa yang akan menjadi masukan serta sarannya DPRD berjanji akan mengakomodir serta berupaya mencari solusi yang terbaik sehingga tidak lagi terjadi polemik yang akan berdampak bagi konudisifitas daerah.
Wirajaya mengaku, jika melihat pada rentetannya saat itu yang mengusulkan perubahan nama bandara waktu itu anggota Fraksi PPP, Nurdin Ranggabrani (NR) melalui intrupsi disalah satu sidang. Dimana saat itu oleh Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, kata dia berjanji akan menyampaikan aspirasi NR kepada pemerintah. Namun seingat dia tidak ada persetujuan yang juga melibatkan anggota DPRD lainnya. Kemungkinan yang teken hanya pimpinanan DPRD saja.
“Saat itu saya masih belum menjadi pimpinanan dan seingat saya tidak ada persetujuan yang diambil di paripurna,” beber Jaya.

Sementara itu, Politisi PPP Nurdin Ranggaberani (NR) membenarkan bahwa ususlan perubahan nama itu oleh dirinya. Namun NR terlihat seperti orang ngambek, dimana jika masih saja terjadi penolakan dari masyarakat ia berjanji akan kembali mengusulkan nama bandara itu dengan nama yang berbeda yaitu, Bandara NTB. Sebab, dana APBD dan APBN yang dipakai untuk masyarakat bandara tersebut adalah milik seluruh rakyat NTB.
“Bila nama ZAM ditolak saya akan galang solidaritas, saya akab buat petisi agar menjadi nama Bandara NTB,” kata NR Minggu (09/09) lalu. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here