Beranda Headline MAS Tolak Ganti Nama BIL

MAS Tolak Ganti Nama BIL

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA HL Moh. Syamsir

PRAYA – Wali Paer Tengak Masyarakat Adat Sasak (MAS) Loteng, HL Moh Syamsir menolak nama Bandara Internasional Lombok (BIL) diganti menjadi, Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM).
Tokoh masyarakat Loteng ini, menilai jika keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018, untuk pergantian nama bendara itu dilakukan secara sepihak. Sebab, dalam mekanisme pergantian nama ini, tidak dilakukan secara musyawarah dengan Pemkab maupun tokoh masyarakat setempat. Seharusnya, jika memang ada perubahan nama mereka dilibatkan, tapi kenyataan tidak dilakukan, malah pergantian dilakukan secara tiba-tiba. Sehingga sangat wajar sekarang masyarakat Loteng menolak dan bertanya-tanya tentang pergantian nama ini.
“Kami dari Wakil wali paer tengak MAS Loteng tidak pernah dilibatkan dalam perubahan nama ini. Kami menduga ada kepentingan politik. Namun terlepas dari itu, kami minta agar pemangku kepentingan untuk duduk bersama kembali membahas persoalan tersebut,” tegas Syamsir, Minggu lalu di kediamannya.
Mantan politisi Udayana ini menyampaikan, pihaknya sangat heran kenapa perubahan nama bandara ini dilakukan secara mendadak. Dengan itu tentu akan menjadi pertanyakan buat semua pihak di pemerintah Provinsi. Sebab, dimana-mana menurutnya kalau ada pergantian nama terhadap monumen yang memang mempunyai sejarah, harusnya dilakukan musyawarah dengan perwalian MAS se-NTB, masyarakat maupun Pemkab.
“Kenapa itu penting karena memang pembangunan bandara ini penuh dengan perjuangan dulu,” ujarnya.
Syamsir mengungkapkan, sebenarnya pihaknya tidak mempersalahkan nama itu. Apalagi, nama yang diberikan adalah nama tokoh pahlawan nasional asal NTB. Namun, dalam hal perubahan nama itu harus melalui proses. Makanya, wajar pemerintah daerah maupun masyarakat merasa kecewa atas pergantian nama.
“Namun saya harapkan kepada masyarakat untuk jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk persoalan ini, saya akan duduk bersama dengan semua tokoh masyarakat bahkan akan mempertanyakan kepada TGB terkait keputusan tanpa melibatkan stakholder dan warga sekitar bandara,” tegasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here