Beranda Headline Cara Warga Peringati Pergantian Tahun Baru Islam di Lotim

Cara Warga Peringati Pergantian Tahun Baru Islam di Lotim

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA KHUSYUK : Masyarakat Kecamatan Montong Gading saat memperingati pergantian tahun baru Islam di lapangan umum Montong Gading.

Mohon Bencana Gempa Segera Diangkat Ya Allah

Doa awal dan akhir tahun dipanjatkan untuk memperingati pergantian tahun baru Islam. Masyarakat Pulau Lombok, khususnya Lotim khusyuk berdoa berharap bencana gempa bumi segera diangkat Allah.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

PERGANTIAN tahun Hijriyah, biasa diperingati umat Islam, dengan memanjatkan doa awal dan akhir tahun. Proses peringatan pergantian Tahun islam dari 1439 Hijriyah ke 1440 Hijriyah ini, berbeda jauh dengan peringatan tahun baru masehi. Jika tahun baru masehi, diperingati dengan cara hura-hura, sampai peledakan petasan. Sementara pergantian tahun Hijriyah, diperingati dengan membaca surat yasin, dan memanjatkan doa pada sang pencipta.
Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim), salah satu daerah yang dalam surat menyurat menggunakan penanggalan hijriyah. Biasanya, selesai membaca do’a awal dan akhir tahun, pemerintah membuat kegiatan tasyakkuran, dengan mengundang anak yatim dan pakir miskin, makan gratis di Pendopo Bupati. Pemda Lotim setiap memperingati pergantian tahun Islam, selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan islami. Mulai dari festival, hingga pasar rakyat yang biasa dihelat pemerintah di Lapangan Nasional (Lapnas) Selong. Dari kegiatan pasar rakyat itu, diharapkan terjadi peningkatan dari sektor ekonomi. Selain itu, pedagang lokal bisa sharing ilmu bisnis dengan pedagang luar.
Peringatan pergantian tahun Islam dengan penuh kemeriahan, sudah menjadi kegiatan lazim di daerah ini. Berbagai kegiatan yang dihelat Pemda dalam pergantian tahun Islam ini, jarang ditemukan di daerah lain. Namun untuk tahun ini, peringatan pergantian tahun sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun, pemerintah sendiri sudah mengalokasikan anggaran untuk mengadakan kegiatan festival 1 Muharam, seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, waktu memberikan jawaban berbeda atas rencana pemerintah itu.
Jauh hari sebelum peringatan 1 Muharam, Pulau Lombok dilanda musibah gempa bumi. Musibah tidak saja meluluhlantahkan bangunan rumah, fasilitas pendidikan, hingga masjid dan musala, hingga ratusan orang meninggal dunia. Karena kondisi ini, sehingga anggaran digunakan peringatan pergantian tahun islam, harus dialihkan pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Senin (10/9) lalu detik-detik pergantian tahun baru islam 1440 Hijriyah, terpaksa diperingati pemerintah di tengah pengungsian. Terdapat 77 titik di lima kecamatan terkena dampak langsung gempa bumi, menjadi pusat pelaksanaan peringatan pergantian tahun Islam. Termasuk juga di semua kecamatan hingga desa. Peringatan pergantian tahun hijriyah kali ini, masyarakat Lotim fokus selain berdoa untuk lebih baik dari tahun sebelumnya. Juga agar bencana gempa bumi melanda pulau seribu masjid ini, segera diangkat Allah. Masyarakat Pancor pun demikian, berdoa agar musibah ini segera berakhir.
“Mudahan musibah gempa bumi ini segera berakhir,” harap warga Pancor, Ahmad Yani. (*/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here