Beranda Praya Metro
BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SERIUS: Para anggota DPRD Loteng terlihat serius mengikuti rapat paripurna, Senin lalu.

Fraksi di DPRD Loteng Sampaikan Pendangan Umum

PRAYA — Semua fraksi di DPRD Lombok Tengah (Loteng) menyampakan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBDP) tahun 2018, Senin (10/9).

Sidang rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Loteng, Achmad Puaddy. Dalam pandangan fraksi pertama disampaikan Fraksi Golkar disampaikan juru bicara, Syarifuddin. Dia melaporkan jika Fraksi Golkar sangat apresiasi kenaikan target PAD yang bersumber dari pajak hotel, restoran, parkir. Namun pihaknya meminta agar lebih ditingkatkan ke depannya. Selain itu, pihaknya dari fraksi juga mempertanyakan apa saja yang telah dilakukan oleh Pemkab untuk memulihkan bencana yang melanda.
“Kami juga mendorong agar Pemkab juga untuk lebih prioritaskan keamanan, karena kami melihat sekarang banyak kasus pencurian terjadi,” pesannya.
Kemudian, Jubir Fraksi Gerindra Muhalip menyatakan, pihaknya sangat prihatin dengan musibah bencana yang melanda kita belakangan ini. Sehingga banyak rumah warga maupun pasar yang terbakar. Belum lagi musim keringan sehingga warga sangat sulit untuk mendaptkan air bersih. Untuk itu, pihaknya dari fraksi beberapa pos anggaran yang sudah digelontorkan untuk warga yang terkena musibah baik gempa maupun kebakaran.
“Selain mendesak Pemkab untuk mengatasi persoalan kekeringan. Kami juga mempertanyakan sejauhmana keterlibatan Pemkab dalam perubahan nama bandara yang tiba diubah dan sekarang menjadi kisruh di tengah masyarakat,” sentilnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat setuju setuju Ranperda APBD Perubahan 2018 dibahas atau ditindaklanjuti pembahasannya.
Fraksi PKB yang disampaikan Jubir Hj Nurul Adha mengatakan, pihaknya sangat setuju jika Ranperda APBD Perubahan 2018 ditindaklanjuti. Karena pihaknya melihat pendapatan daerah setiap tahun mengalami peningkatan, sehinggat pemkab pantas diberikan apresiasi. Tapi dalam pembahasan berikutnya, pihaknya mempertanyakan anggaran hibbag yang mengalami pemambahan sekitar 40 miliar lebih. Kemana saja anggaran itu karena pihaknya melihat banyak lembaga yang tidak terdaptar di Kesbangpoldagri.
“Kami sangat mendorong Pemkab respons cepat penyelesaian yang terbakar, seban jika itu dibaiarkan pastinya ekonomi masyarakat juga akan tersendat,” tuturnya.
Sementara, Frkasi Demokrat Juibir M Samsul Qomar menyinggung tentang perubahan nama bandara yang menimbulkan dan menyisakan korban perasaan bagi warga Loteng. Hanya saja dengan tegas menolak APBD perubahan ini jika tetap ada anggara pembelian mobil dinas. Penolakan itu karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan yang bisa diambil dari anggaran pembelian mobil dinas itu. Salah satu contohnya, pedagang Pasar Renteng.
“Saya mendorong agar pedagang Pasar Renteng diberikan uang kaget oleh Pemkab,” ujar Samsul.
Jubir Frkasi PPP, H Mayuki menyatakan sekarang musim tanam akan segera tiba, sehingga ini perlu menjadi perhatian khusus oleh Pemkab Loteng. Baik untuk kebutuhan seperti pupuk, bibit maupun kebutuhan lain petani.
“Kami juga melihat banyak infrastruktur jalan yang baru dikerjakan sudah rusak kembali. Makanya harus segera dilakukan perbaikan jika memang tidak ingin terlalu parah,” sentil Mayuki.
Selain itu, Jubir Fraksi PKS Loteng, Achmad Rifa’i meminta pada Pemkab untuk menyampaikan sekala prioritas pembangunan yang akan dilakukan dalam pasca gempa. Bukan itu saja, pihaknya meminta kejelasan realisasi anggaran hingga bulan ini, karena pihaknya melihat banyak program yang belum disalurkan.
“Kami mendorong untuk penjagaan keamanan lebih diperketat,” kata dia.
Berikutnya, Jubir Fraksi PBB Didik Ariesta menekankan agar gaji 14 pegawai ditransfer langsung ke rekening penerima. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti pemotongan oleh oknum tertentu.
“Kami desak untuk eksekutif lebih prioritaskan program yang mensejahtarakan masyarakat,” kata Didik.
Ditambahkan Jubir Fraksi Nasdem H Kamran maupun Jubir Fraksi Nurani Perjuangan Indonesia, Suhaimi. Apa yang akan disampaikan tidak jauh berbeda dengan apa yag telah disampaikan oleh fraksi lainnya.
“Tapi mengharapakan agar program yang dilaksanakan agar tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutupnya. (Adv/jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here