Beranda Ekonomi Tegaskan Kondisi Ekonomi Tidak Menakutkan

    Tegaskan Kondisi Ekonomi Tidak Menakutkan

    BERBAGI

    JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini mulai terasa imbas dari gejolak global yang mengganggu sektor keuangan. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut tersungkur hingga anjlok secara signifikan sebesar 4,5 persen meninggalkan jauh level 6.000 nya.
    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen tantangan ekonomi global saat ini berasal dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta meningkatnya eskalasi krisis di Argentina, Afrika Selatan, dan Turki.
    Namun, Hoesen menyebut kinerja pasar modal Indonesia masih sangat baik. Terlihat dari transaksi saham yang makin membaik.
    “Masih maraknya aktivitas perusahaan yang menggalang dana melalui pasar modal,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (7/9).
    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, kondisi ini dinilainya perlu dipahami secara menyeluruh oleh para pelaku pasar. Sehingga para investor tidak mudah panik oleh sentimen yang terjadi di global.
    Menurutnya, jika dilihat dari sisi fundamental ekonomi saat ini terbilang baik. “Komponen pembentuknya dari investasi, ekspor, impor dan konsumsi. Teman-teman pelaku pasar ini yang nantinya akan ketemu langsung investor, jadi mereka perlu punya pengetahuan tentang ini,” imbuhnya.
    Kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang sehat, terkendalinya inflasi, ruang moneter yang memadai (suku bunga dan cadangan devisa), terjaganya kepercayaan konsumen, dan stabilitas politik.
    Suahasil menambahkan, tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya bersumber dari dinamika perekonomian global yakni tekanan pasar keuangan akibat normalisasi moneter AS, moderasi ekonomi Tiongkok, proteksionisme, perang dagang AS dan Tiongkok, ketegangan geopolitik dan perubahan iklim atau cuaca ekstrim.
    “Strategi perbaikan defisit transaksi berjalan melalui kebijakan fiskal pengendalian impor melalui penggunaan B20, kenaikan tarif impor barang konsumsi, peningkatan komponen lokal pada proyek infrastruktur serta mendorong ekspor dan investasi,” tandasnya. (mys/JPC)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here