Beranda Headline Lobar Terancam KLB Malaria

Lobar Terancam KLB Malaria

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA PERIKSA: Warga pengungsi korban gempa memeriksakan kesehatannya. Lobar Diserang Malaria.

LOBAR —Penyakit malaria menyerang pengungsi gempa di Lombok Barat (Lobar). Sejak ditemukannya 32 warga yang terdeteksi terserang malaria, jumlah tersebut kembali bertambah dan menyebar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, terdapat 103 orang positif terjangkit malaria. Tersebar di 28 dusun, 10 desa, dan empat wilayah kerja Puskesmas di empat kecamatan. Lima orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena sudah parah. “Malaria sudah mengenai ibu hamil dan bayi. Kondisi ini sudah outbreak,” kata Kepala Dikes Lobar, H Rahman Sahnan Putra, kemarin.
Kondisi tersebut bisa mengarah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, ia tidak mempermasalahkan jika nantinya status penyakit ini meningkat menjadi KLB. Rahman mengaku sedang membahas hal itu dengan Bupati Lobar, H Fauzan Khalid.
“Kalau dinaikkan statusnya menjadi KLB, tidak masalah. Ini soal nyawa manusia,” ujarnya.
Dikes sudah lama melaporkan kondisi itu ke Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI. Namun belum mendapat respon. Sebaliknya, Dikes sudah mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “BNPB membantu dengan memberikan 135 kelambu, tapi masih sangat kurang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid mendukung langkah Dikes menetapkan status malaria sebagai KLB. Menurutnya, penetapan KLB itu, tidak akan berdampak besar. Selama asas kemanfaatan bagi para pengungsi lebih besar. “Kalau dengan KLB kita bisa lebih melayani warga, kenapa tidak? Itu kenapa kita selalu nuntut dibantu Huntara (Hunian Sementara),” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here