Beranda Pendidikan Kemendikbud Assesment Sekolah Rusak

Kemendikbud Assesment Sekolah Rusak

BERBAGI

LOBAR —Tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI turun ke Lombok Barat (Lobar), melakukan verifikasi dan assesment kerusakan fasilitas sekolah akibat gempa. Verifikasi dijadwalkan selama empat hari, dari tanggal 6-9 September mendatang.
Turunnya tim turut didampingi 20 orang tenaga verifikator dari Provinsi NTB. Mereka akan memverifikasi laporan kerusakan SMP, negeri maupun swasta. Sesuai laporan yang disampaikan masing-masing kabupaten/kota. “Verifikasi dilakukan di Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Barat,” terang Staf Pelaksana Kemendikbud, Rury Fathurrahman di aula Kantor Dinas Dikbud saat memberikan desiminasi kepada para verifikator, Kamis (6/9) lalu.
Nantinya masing-masing kabupaten/kota diverifikasi oleh satu hingga empat verifikator. Jumlah verifikator tergantung banyaknya sekolah maupun area kerjanya. Di Lobar terdapat tiga verifikator yang akan meneliti tingkat kerusakan 37 sekolah setingkat SMP. “Nantinya akan dilihat tingkat kerusakannya,” sambungnya.
Mengenai pembiayaan rehab gedung sekolah, menurutnya, tergantung tingkat kerusakan. Untuk rusak berat dibiayai Kementerian PUPR. Sedangkan Kemendikbud hanya mengalokasikan anggaran untuk sekolah yang rusak ringan sampai sedang.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, M Hendrayadi mengaku sudah menghimpun data bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Dari sekitar 55 SMP, terdapat 37 sekolah terkena dampak gempa. Dua di antaranya rusak berat, yaitu SMPN 2 Gunung Sari dan SMPN 4 Lingsar.
Menurutnya, kerusakan SMP yang paling banyak terdapat di empat kecamatan terdampak paling parah. Yaitu Kecamatan Batu Layar, Gunung Sari, Lingsar, dan Narmada. “Walaupun kita punya data awal, tapi kita masih menunggu empat hari ke depan dari hasil assessment mereka,” ucapnya.
Dikbud Lobar telah meminta kepastian ke Kemendikbud untuk rehabnya. Janjinya, semua sekolah yang rusak ringan dan sedang langsung ditangani tahun ini. Selain SMP, dilaporkan juga kerusakan gedung SD.
“Kita sudah melaporkan 158 SD. 109 unit SD negeri. Dari 109 itu, 12 sekolah rusak berat yang akan ditangani oleh Kementerian PUPR,” kata Hendra.
Hendra menjamin, semua SD yang rusak segera ditanganinya. Dikbud juga sudah menandatangani MoU dengan pemerintah pusat terkait perbaikan tersebut. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here