Beranda Headline AJI Kecam Myanmar

AJI Kecam Myanmar

BERBAGI

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam vonis tujuh tahun terhadap dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo pada Jumat, (7/9). Keduanya dipenjara karena beritanya mengenai penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar. Bukan hanya mengecam, AJI dan beberapa wartawan dari media asing dan lokal melakukan aksi diam di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.
Setelah melakukan aksi diam, dengan poster bertuliskan ‘Free Wa Lone dan Kyaw Soe Oo’ para jurnalis meneriakan kebebasan pers, dan meninginkan kedua wartawan tersebut bebas.
“Kami mendesak pemerintah Myanmar dan Aung San Suu Kyi membebaskan dua wartawan tersebut,” kata Koordinator Aksi Fira Abdurahman di lokasi.
“Mereka dipenjara karena membuat berita. Ini kriminalisasi, rezim Aung San Suu Kyi harus bebaskan dua wartawan Reuters,” katanya.
Selain itu, AJI juga menyerukan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri harus mendesak pemerintah Myanmar agar kebebasan pers tetap berjalan.
“Kami meminta Presiden Indonesia Joko Widodo melalui Kemlu untuk mendesak pemerintah Myanmar agar bebaskan kedua wartawan tersebut. Ini simbol dari kekangan kebebasan pers,” lanjut Fira
Para wartawan itu dinyatakan bersalah pada hari Senin (3/9). Wa Lone, 32 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 28 tahun, sedang menyelidiki pembunuhan oleh pasukan keamanan warga desa Rohingya pada saat penangkapan mereka Desember 2017.(iml/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here