Beranda Headline Upaya Lombok Barat Kembalikan Gairah Pariwisata Pascabencana Gempa

Upaya Lombok Barat Kembalikan Gairah Pariwisata Pascabencana Gempa

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PARIWISATA: Salah satu festival pariwisata yang digelar di Lobar tahun 2017 lalu. Lobar akan kembali bangkitkan sektor pariwisata.

Kembali Gelar Festival Senggigi, Tunjukkan Senggigi Aman

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok, membuat mati suri pariwisata di Lobar. Pemkab Lobar tidak tinggal diam, dengan berupaya mengembalikan kejayaan di sektor pariwisata.
WINDY DHARMA-LOBAR

SEBULAN sudah pariwisata di Lombok Barat (Lobar) seakan mati suri. Guncangan gempa bumi beberapa pekan lalu, membuat wisatawan berpikir dua kali datang ke Lombok. Termasuk mengunjungi obyek wisata andalan di Gumi Patut Patuh Patju.
Kondisi ini membuat para pengusaha dan pengelola hotel di Lobar merugi. Seperti yang dialami para pengelola tempat hiburan, hotel dan restoran di kawasan wisata Senggigi. Menjadi ikon wisata Lobar, Senggigi terlihat seperti tak berpenghuni. Wisatawan yang biasanya ramai di momen high season, sekarang tak ada lagi. “Sekarang ini mestinya high season. Tahun lalu di bulan-bulan ini kita sudah full booking. Sekarang tingkat hunian cuma 50 persen. Itu pun yang rata-rata menginap adalah relawan,” ungkap Manager Pemasaran Hotel Kila Senggigi, Fauzan Akbar, kemarin.
Meski bangunan hotel yang berada di dekat pantai Senggigi ini tidak mengalami kerusakan begitu parah, gempa membuat pengunjung kurang berminat menetap. Kondisi lebih parah dirasakan oleh managemen Hotel Aruna. Hotel dengan kapasitas 143 kamar ini, hanya terpakai lima kamar saja.
“Bayangkan, cuma 3 persen saja,” keluh Senior Sales Eksekutif Hotel Aruna, Sofyan Hadi.
Kondisi ini banyak dikhawatir akan melumpuhkan pariwisata di Lobar. Pemkab pun tidak ingin tenggelam dalam kesedihan berkepanjangan. Selain mengembalikan kehidupan sosial masyarakatnya, Pemkab Lobar juga akan membangkitkan kembali pariwisata yang menjadi andalan Gumi Patut Patuh Patju.
“Destinasi utama Lobar justru terletak di empat kecamatan yang paling terdampak gempa,” ujar Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengasumsikan alasan kekhawatiran itu.
Memanfaatkan momen kunjungan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, orang nomor satu di Lobar itu sempat menyampaikan secara khusus kepada pemerintah pusat harapanya untuk kembali merehabilitasi sektor pariwisata. Melalui Dinas Pariwisata Lobar, pemkab berinisiatf untuk menggelar lagi event tahunan Festival Pesona Senggigi. Harapannya, melalui event ini tidak hanya memulihkan citra pariwisata. Sekaligus agar wisatawan mengetahui jika Lombok, khususnya Lobar sudah aman.
“Gelaran event ini untuk menyuarakan kita sudah bangkit. Kita ingin wisatawan nusantara maupun mancanegara tahu bahwa Senggigi sudah pulih,” ujar Kabid Promosi Dispar Lobar, Sumarto.
Festival itu rencananya digelar dari tanggal 1-2 Oktober mendatang. Berbeda dengan festival sebelumnya, tahun ini temanya “Rowah Asuh Gumi Paer”. Salah seorang anggota Dewan Kesenian Lobar, Lukman menjelaskan makna tema tersebut. Menurutnya, festival kali ini menjadi ritual ruwatan bumi agar Allah SWT senantiasa memberi perlindungan dan memelihara bumi Lobar.
“Di festival kali ini, akan digelar pagelaran tari, lomba gendang beleq, pentas musik amal, dan pagelaran kesenian daerah lainnya. Bahkan kita akan menyelenggarakan juga trauma healing,” pungkasnya. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here