Beranda Praya Metro Percepat Program Desa

Percepat Program Desa

BERBAGI

JAKARTA – Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 70 triliun untuk seluruh desa di Indonesia pada tahun 2018 ini. Dana tersebut ditujukan untuk percepatan program infrastruktur dan pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan di desa yang ditunjang pertepatan pembangunan desa.
Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, dengan digelontorkannya anggaran tersebut diharapkan bisa mengoptimalisasi swadaya desa. “Jangan diborongkan, tapi digerakkan oleh masyarakat yang ada di desa,” ujarnya saat menghadiri acara Sarasehan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Wilayah Kerja Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang, di Gor Ken Arok, Rabu (1/8).
“Menurut arahan Presiden harus fokus. Jangan buat 10 program prioritas. Buat dua dua saja, yang penting ada hasilnya dan dirasakan oleh masyarakat,” lanjut dia. Menyusul hal itu, pihaknya pun mengumpulkan ratusan kepala daerah dan camat dari beberapa daerah dalam forum tersebut.
Tujuannya, untuk menguatkan aparatur desa. “Kami tujuannya ini penguatan aparatur desa. Sehingga per kepala desa mampu menyusun perencanaan program desa dengan baik,” jelasnya. Selain itu, lanjut Tjahjo, kepala desa mampu membuat laporan pertanggungjawaban keuangan dengan baik, mampu menyusun peraturan desa dengan baik.
“Mereka juga bisa menggerakkan dan mengorganisir masyarakat agar bersinergi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh
agama

yang ada,” ujarnya.
Dia menerangkan, dengan berkumpulnya kepala desa ini, nantinya antar kepala desa bisa saling komunikasi, terkait hambatan maupun kendala yang dihadapi.
Tjahjo menjelaskan, sesuai arahan Presiden, anggaran yang sudah diberikan ke satu kecamatan harus dimaksimalkan untuk satu kecamatan tersebut. “Sesuai arahan Presiden, kalau bisa jangan melebar di luar kecamatan. Misal satu kecamatan ada 10 desa, uang harus bisa dianggarkan ke satu kecamatan itu. Jangan ke kecamatan lain. Supaya pertumbuhan ekonomi bergerak,” pungkasnya.
(fis/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here