Beranda Lombok Utara Pedagang Pasar Tanjung dan Pemenang Bakal Dipindahkan

Pedagang Pasar Tanjung dan Pemenang Bakal Dipindahkan

BERBAGI

KLU —Pasca gempa mengguncang sebulan lalu Perekonomian di Kabupaten Lombok Utara, khususnya di pasar-pasar tradisional kini mulai berjalan meski nampak belum maksimal. Sayangnya, kondisi pedagang di pasar justru menimbulkan persoalan baru, yakni kawasan muka pasar nampak kumuh dan menimbulkan kemacetan panjang karena memakan badan jalan. Kondisi ini pun menjadi atensi pemerintah daerah saat ini.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan UMKM KLU pun berencana menata ulang pedagang yang ada dengan merelokasi para pedagang ke bagian dalam pasar.
“Kita juga tidak bisa biarkan mereka berjualan di badan jalan seperti itu,” ungkap Kepala Diskoperindag dan UMKM KLU, Fahri.
Kondisi ini jelasnya terlihat seperti yang terjadi di Pasar Pemenang dan Pasar Tanjung. Kemacetan panjang pun timbul akibat para pedagang yang berjualan di pinggir jalan namun tanpa alasan para pedagang lebih memilih berjualan di luar karena kondisi bangunan pasar yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Kita lihat sangat kumuh dengan posisi pedagang sekarang,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pihaknya berencana akan memindahkan pedagang-pedagang tersebut ke bagian belakang pasar. Pihaknya sudah melakukan survei di lokasi tersebut dan aman bagi para pedagang. Sebab jika tidak dipindahkan, ia khawatir kan membuat pasar semakin kumuh dan berpotensi menimbulkan penyakit.
“Apalagi itu jalan utama, pasti sangat mengganggu lalu lintas,” sambungnya.
Fahri mengakui sudah membicarakan hal tersebut bersama dengan instansi terkait lainnya. Sekarang tinggal bagaimana meminta semua pedagang untuk mau pindah ke dalam pasar. Bagian belakang dalam pasar masih terlihat kosong dan bisa menampung semua pedagang yang ada di luar.
“Masalah orang yang takut masuk, sebenarnya di belakang adalah tempat yang aman karena kita sudah survei itu,” jelasnya.
Perpindahan tersebut diakui Fahri tidak akan membuat pembeli menjadi sepi karena takut masuk ke dalam pasar. Hal tersebut dikarenakan pedagang yang dipindahkan bukan hanya satu atau dua orang saja, melainkan seluruhnya.
“Kita yakin pembeli pasti masuk dan belanja meski di belakang,” tegasnya.
Namun sebelum melakukan pemindahan, pihaknya akan memberi waktu bagi pedagang untuk memindahkan dagangan mereka. Namun dirinya masih belum bisa memastikan kapan pemindahan tersebut sebab masih didiskusikan dengan pihak terkait lainnya.
Sementara untuk Pasar Pemenang, pihaknya akan melakukan pemindahan di lokasi baru yang berada agak dalam dari lokasi semula. Bekas lokasi semuala rencananya akan diubah menjadi tempat persinggahan atau ruang terbuka hijau (RTH).
“Supaya tidak ada kemacetan lagi di jalur utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus mendorong agar ekonomi di Lombok Utara terus bertumbuh. Selain itu juga memperlihatkan jika aktifitas masyarakat sudah mulai berjalan dan move on dari musibah yang baru menimpa mereka. Sebab cara menghilangkan trauma itukan tidak gampang.
“Tidak masalah meskipun pedagangnya dari Mataram sekalipun,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here