Beranda Headline Dishub NTB Tanggapi Santai Protes Warga

Dishub NTB Tanggapi Santai Protes Warga

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Bayu Windia

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB mengabaikan protes warga Loteng atas pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL), menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia ogah menanggapi celotehan warga Loteng khususnya yang menolak keputusan itu. Bayu mengaku, keputusan itu merupakan pemberian dari pemerintah pusat namun terkait warga yang menolak diabaikannya.
“Silakan tanya mereka yang menolak bukan saya menjawab,” kata Bayu saat dikonfirmasi, kemarin.
Bayu mengaku, dengan adanya keputusan tersebut merupakan usulan pemerintah provinsi NTB, didukung DPRD NTB dan sejumlah kelompok atau komunitas masyarat (termasuk masyarakat Lombok Tengah), serta di dalamnya Majlis Adat Sasak (MAS). Namun usulan formalnya hanya pemerintah bersama wakil rakyat saja yang mana telah diusulkan tahun 2017. Menurut Bayu, NTB harus berbangga dimana bandaranya dinamakan nama pahlawan nasional dari NTB, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Dengan pemberian gelar pahlawan yang mana menjadi sejarah NTB memiliki pahlawan nasional.
“Kita bangga dengan pahlawan, makanya kita usulkan nama bandara kita ubah jadi nama pahlawan,” katanya.
Untuk meminta persetujuan masyarakat pemerintah mengaku telah menyerap aspirasi mereka, dimana di Lombok Tengah saja dilakukan kegiatan penyamaan persepsi, Forum Grub Discusion (FGD) sebanyak dua kali yang materinya, bahwa bandara tidak saja milik Lombok Tengah tetapi harus mencerminkan NTB. Tidak hanya itu, di Mataram pun pemerintah memfasilitasi kegiatan workshop yang melibatkan banyak pihak terkait usulan tersebut, sehingga ia mengaku bahwa usulan perubahan nama itu telah disetujui oleh masyarakat. Bayu juga membantah kabar bahwa yang getol memperjuangkan perubahan nama tersebut MAS itu sendiri.
“Meski di SK itu disebut ada MAS, tapi masyarakat lain juga setuju,” kata pria yang juga Ketua Harian MAS NTB itu.
Untuk meresmikan perubahan nama tersebut, nantinya Menhub akan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura (AP) untuk menentukan kapan waktunya. Tinggal soal teknis penerbangan, kode penerbangan atau mungkin pergantian plang perubahan nama di depan bandara akan diatur oleh pihak AP.
Bayu juga mengaku, selain Bandara masih banyak aset, fasilitas umum lainnya yang juga sangat berpeluang untuk diusulkan. Misalnya, Pelabuhan Gili Mas atau juga pelabuhan Lembar yang ada di Lobar begitupun dengan Bandara Bima yang belum ada nama bisa diganti dengan nama tokoh yang ada di NTB. Misalnya Laksamana Madya TNI (Purn) HL Manambai Abdulkadir atau para Sultan yang ada di Pulua Sumbawa.
“Kalau Bandara Sumbawa dikasih nama lokal, Sultan Muhammad Kaharuddin,” sebutnya.
Menurut Bayu, dengan pemberian gelar Pahlawan TGKH M Zainuddin Abdul Madjid melalui Dinas Sosial, NTB secara prosudur sudah mengathui model pengusulannya sehingga nama tokoh penting yang memenuhi kriteri diusulakan sebagai pahlawan akan sangat memungkinkan.
“Tinggal kita ajukan nama pahlawannya. Nama itu kita gunakan untuk menamakan yang belum. Atau kita bisa pakai nama lokal seperti di Sumbawa,” jawab santainya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya mengaku seingatnya tidak ada persetujuan atas nama lembaga dewan dalam pergantian nama bandara. Sebab, jika dalam bentuk satu keputusan tentu harus dilakukan melalui sidang paripurna sesuai Tatib DPRD. Wirajaya mengaku, saat itu yang mengusulkan anggota fraksi PPP, Nurdin Raggabrani melalui intrupsi di sela-sela sidang paripurna yang berlangsung yang aman waktu itu Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda akan memfasilitasi penyampaian usulan itu ke pemerintah. Namun secara aturan ketika berbentuk persetujuan DPRD maka harus diparipurnakan sesuai bunyi Tatib bagian kelima tentang pengambilan keputusan pasal 105 dan seterusnya.
“Kecuali mungkin yang dimaskud dalam SK Menhub itu ditandatangani oleh empat pimpinan dewan tanpa paripurna. Jadi seingat saya, sewaktu belum jadi pimpinan tidak ada rapat paripurna” ungkap Jaya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here