Beranda Headline BKPRMI Komit Bantu Pembangunan Masjid

BKPRMI Komit Bantu Pembangunan Masjid

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika SOSIAL: Ketua Umum BKPRMI Pusat dan Provinsi saat menyerahkan bantuan Iqro' kepada anak-anak Lombok Utara melalui BKPRMI Lombok Utara di Pendopo Bupati, kemarin.

KLU —Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) pusat bersama pengurus provinsi menyambangi kembali Kabupaten Lombok Utara untuk yang kedelapan kalinya. Kali ini lembaga NGO Muslim tersebut berkomitmen untuk membangunkan masjid bagi Lombok Utara yang sebagian besar rusak total.
“Saat ini kita sudah rencana membangun satu unit masjid dulu. Untuk pembangunannya kami berkordinasi dengan Pak Bupati meminta mana lokasi yang menjadi prioritas,” ungkap Ketua umum DPP BKPRMI, Said Aldi Al Idrus, kemarin.
Rencananya ada sekitar 10 masjid yang akan di bangun BKPRMI di Lombok Utara dengan menggalang bersama sejumlah NGO Muslim yang ada untuk menyukseskannya. Namun demikian untuk menunjuk lokasi masjid tersebut pihaknya tidak memutuskan langsung namun tetap berkordinasi dengan BKPRMI Daerah Lombok Utara bersama pemerintah setempat untuk penunjukan lokasi.
“Kan mereka yang lebih tahu betul kondisi masing-masing wilayah di tempat itu. Intinya kita ingin membangun di tempat yang aman lahan yang tidak ada persoalan,” jelasnya.
Sementara dalam proses turunnya BKPRMI dalam membantu korban bencana gempa di Lombok ini bebernya tidak terlepas dari semangat LPPTKA santri dari Aceh, Papua dan sekitarnya. Dimana peran pemuda Islam dalam proses ini mengambil posisi terdepan pula untuk turut membangkitkan semangat warga Lombok yang terdampak bencana saat ini.
“Saya hanya ingin berpesan kita harus tetap istikomah dalam membela Islam, tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan ini,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas partisipasi sejumlah pihak dalam mendorong kebangkitan Lombok Utara pada situasi yang sangat memprihatinkan saat ini. Dimana sebagian besar warga Lombok Utara saat ini sudah kehilangan tempat tinggal dan kini masih menetap di tenda pengungsian.
“Relawan memang tidak saja berpikir untuk kecukupan logistik namun harus ada juga yang memperhatikan persoalan sosial, kesehatan dan sebagainya,” ujar Najmul.
Ia menjelaskan untuk saat ini Lombok Utara memiliki sekitar 365 masjid. Namun 99 persen kondisinya rusak berat dan berbahaya untuk ditempati, lebih-lebih goncangan gempa susulan masih sering terjadi. Sehingga saat ini pun pemerintah bersama masyarakat mengambil langkah untuk merobohkan masjid yang telah rusak parah.
“Nanti kita akan sampaikan mana lokasi yang tepat untuk membangun masjid yang didanai BKPRMI. Saya juga perlu rundingkan dengan pengurus BKPRMI Lombok Utara,” cetusnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here