Beranda Lombok Barat Bersengketa, DCT Tak Terpengaruh

Bersengketa, DCT Tak Terpengaruh

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Suhaimi Syamsuri

LOBAR —Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Barat (Lobar) memastikan, akan menjalankan tahapan pemilu 2019 sesuai agenda yang sudah ada. Menyusul adanya permintaan dari DPD II Partai Golkar untuk menunda penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 20 September mendatang.
Meski sengketa Daftar Calon Sementara (DCS) yang masih berlangsung, tidak mempengaruhi penetapan DCT. “Sengketa yang berlangsung tidak mempengaruhi proses penetapan DCT,” tegas Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Ia menjelaskan, hasil DCT itu tidak akan berubah apabila penetapan sengketa tersebut setelah penetapan pada 20 September mendatang. Meskipun itu hasil dari keputusan pengadilan. Seperti sengketa pemalsuan dokumen oleh oknum calon. Bila hingga penetapan DCT pada 20 September, yang bersangkutan baru terbukti tidak memalsukan dokumen itu. Tetap saja tidak bisa merubah hasil DCT.
Berbeda halnya jika putusan sengketa meloloskan calon tersebut, serta keluar sebelum hari penetapan DCT. Namun keputusan itu harus dikeluarkan oleh lembaga yang menangani sengketa. Yakni Bawaslu maupun pengadilan. “Kita hanya berharap tahapan ini tetap jalan sesuai waktu dan tempatnya,” ujarnya.
Mengenai sengketa DCS bacaleg dari Partai Golkar, Suhaimi menegaskan, KPU hanya menjalankan keputusan hasil ajudikasi. Dimana dalam putusan itu, tetap tidak mengabulkan permintaan pemohon meloloskan bacaleg bersangkutan. “Artinya dengan keputusan itu tetap tidak bisa masuk DCT, kecuali ada putusan lain yang mengatakan boleh dimasukan DCT sebelum masa penetapan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, ketentuan itu berlaku juga bagi bacaleg lain yang tidak memenuhi persyaratan. Seperti perangkat desa maupun PNS yang tidak segera menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengunduran paling telat sehari sebelum penetapan. “Jadi tidak hanya untuk masalah sengketa itu, tapi berlaku juga untuk yang belum melengkapi persyaratan,” pungkasnya.
Sebelumnya, DPD II Golkar Lobar kalah dalam sengketa DCS. Itu setelah hasil keputusan sidang ajudikasi di tingkat Bawaslu Lobar menolak permintaan partai berlambang pohon beringin itu meloloskan salah satu bacalegnya.
Atas keputusan itu, Golkar Lobar melayangkan koreksi kembali kepada Bawaslu RI. Selama proses itu, Golkar meminta adanya penundaan penetapan DCT tersebut ke KPU Lobar. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here