Beranda Lombok Barat Bantuan Diduga Terkontaminasi Politik

Bantuan Diduga Terkontaminasi Politik

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Hj Nurhidayah

LOBAR —Momentum pemulihan pascagempa, nampaknya masih menjadi daya tarik bagi segelintir politisi untuk mendulang suara. Bahkan dugaan bantuan untuk korban gempa dipolitisir, santer mencuat.
Terlebih lagi jelang suasana pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Kemungkinan hal itupun, dinilai anggota DPRD Lobar Fraksi Gerindra Hj Nurhidayah, bisa saja terjadi. “Ada saja yang memanfaatkan itu untuk kepentingan pemilu (pileg) 2019,” ujar Nurhidayah yang ditemui, Rabu (5/9) lalu.
Ia mengumpamakan, bakal calon legislatif (Bacaleg) yang tetap ikut dalam setiap penyerahan bantuan yang disalurkan pemerintah. Seolah-olah bacaleg tersebut ikut memberi. Padahal kehadirannya tidak ada kapasitasnya dalam lembaga tersebut. “Karena bukan pejabat juga,” kritiknya.
Beberapa waktu lalu, DPRD Lobar menerima bantuan dari DPRD Kabupaten Semarang. Bantuan berupa logistik itu ditujukan kepada korban gempa di Lobar. Penyaluranya pun melalui pihak DPRD Lobar. Apakah bantuan itu nantinya tidak dipolitisir juga? Menurut wanita berjilbab ini, apabila anggota DPRD Lobar mengantarkan kepada pengungsi atas nama DPRD Kabupaten Semarang, dianggapnya wajar. “Itu kan wajar melalui sesama lembaga,” kilah politisi asal Gunung Sari itu.
Beda halnya jika yang tidak menjabat dalam lembaga tersebut. Namun turut menyerahkan bantuan, dengan memanfaatkan jabatan keluarganya. Meski ia mengetahui, Nurhidayah enggan menyebut nama oknum politisi tersebut. “Pokoknya ada lah,” katanya berteka-teki. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here