Beranda Praya Metro Suhu Pilkades Panas, Kades Banyak Dilaporkan

Suhu Pilkades Panas, Kades Banyak Dilaporkan

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA – Suhu politik jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Loteng terlihat mulai memanas. Banyak kepala desa (Kades) dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH), baik polisi bahkan kejaksaan. Sangkaan laporan yang dilayangkan soal kasus dugaan korupsi uang desa. Baik DD bahkan ADD.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Loteng, Jalaludin mengakui jika banyak laporan ditujukan kepada Kades. Apalagi momennya sangat tepat menjelang Pilkades.
“Hadapi, jangan resah. Bicara dengan kekeluargaan. Ini imbauan untuk semua kades dan yang paling penting kami terus meminta para kades untuk transparan kepada masyarakat,” pinta Jalal, kemarin.
Jalal menyebutkan, kalau laporan dugaan korupsi itu selama ini, pihaknya belum ada yang diterima. Kebanyakan masyarakat melaporkan ke penegak hukum.
“Kalau kami bertugas hanya untuk melakukan pembinaan serta pengawasaan saja. Kalau mengenai laporan silakan langsung ditanyakan kepada yang berwenang,” tuturnya.
Atas kondisi ini, dia berharap ke depanya Pemdes dengan transparasi mengelola uang desa. Umumkan ke publik soal penggunaan uang desa, baik ADD bahkan DD sebagai bukti keterbukaan kepada masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan semua desa transparan dan selalu melibatkan masyarakat dalam semua program,” pesan Jalal.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Loteng, Feby Rudy menerangkan, jelang perhelatan Pilkades, kejaksaan menerima banyak laporan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kades. Bahkan belum lama ini, Kejari menerima laporan kasus di Desa Murbayam Kecamatan Pringgarata.
“Kalau dihitung hingga tahun lalu, hampir 20 laporan terkait dugaan korupsi di desa yang kami terima,” bebernya.
“Kami bedakan mana yang datanya benar-benar valid atau A1. Hal itu kami lakukan supaya penyelidikan kasus dugaan korupsi tidak berdampak terhadap proses Pilkades,” jelas Feby. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here