Beranda Praya Metro Nelayan Masih Takut Isu Tsunami

Nelayan Masih Takut Isu Tsunami

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA PARKIR: Sejumlah sampan nelayan di Kuta tengah parkir rapi karena tidak melaut.

Stok Ikan jadi Menipis 

PRAYA — Sebagian besar nelayan di wilayah pantai selatan Lombok Tengah (Loteng), hingga kini masih takut untuk melaut. Selain khawatir adanya gempa susulan, mereka juga takut dengan adanya isu tsunami yang beredar.
“Memang betul sebagian besar nelayan belum berani melaut, takut gempa bumi dan isu tsunami,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Loteng, M Kamrin di ruangan kerjanya, kemarin.
Kamrin menegaskan, gempa yang terjadi sebelumnya tidak hanya membuat rumah warga di Loteng hancur, juga mempengaruhi aktivitas nelayan menangkap ikan. Para nelayan merasa khawatir ketika sedang menjaring, memancing ikan di laut, muncul tsunami.
“Bayangan mereka seperti itu,” cerita dia.
Sehingga, demi keselamatan warga pesisir ini lebih memilih berada di darat. Melakukan aktivitas membuat tenda darurat di bukit. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa menggunakan pancing untuk menangkap ikan.
“Sebagian besar warga selatan merupakan nelayan. Sangat menggantungkan hidup dari menangkap ikan,” ujarnya.
Kamrin mengaku, untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya dari dinas sebelumnya sudah langsung turun melakukan sosialisasi kepada para nelayan. Bahwa gempa sudah berakhir dan mereka dipersilakan untuk melakukan pekerjaannya seperti biasa. Pasalnya, dampak para nelayan tidak melaut atau menangkap ikan tersebut sangat besar. Sekarang, stok ikan mulai menipis.
“Kalau dulu penghasilan nelayan menangkap ikan dalam kondisi normal mencapai 50 ton. Tapi sekarang hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka saja,” beber Kamrin. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here