Beranda Lombok Timur Melihat Upaya Mengobati Trauma Korban Gempa Bumi di Lotim

Melihat Upaya Mengobati Trauma Korban Gempa Bumi di Lotim

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA TRAUMA HEALING : Tim dari DPK Lotim, saat memberikan trauma healing terhadap korban gempa bumi di wilayah Kecamatan Suela, kemarin.

DPK Berikan Trauma Healing, Bawa Hadiah dan Buku Bacaan

DPK Lotim dalam kegiatan trauma healing, membuat banyak permainan dan hiburan. Termasuk mengedukasi lewat buku-buku yang disukai anak-anak.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

PEMERINTAH maupun pihak terkait lainnya, sejak terjadi gempa bumi melanda wilayah Gumi Patuh Karya ini, tidak saja konsen dalam proses pemenuhan kebutuhan dasar. Saat ini, mereka melakukan sistem keroyok di wilayah terkena dampak langsung bencana gempa bumi, dengan membangun hunian sementara (Huntara), maupun masjid atau musala darurat.
Di tengah proses pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan huntara dan lainnya, proses trauma healing juga masih terus dilakukan oleh relawan dari berbagai asal. Bahkan dari kalangan mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang melakukan trauma healing, diberikan penghargaan oleh pihak kampus, dengan dijadikan sebagai SKS Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim, juga ikut mengambil bagian memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJP) atau dikenal trauma healing untuk korban gempa bumi. Tim trauma healing DPK Lotim, dipimpin langsung Syahmat, Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan. Trauma healing oleh DPK ini, tidak saja difokuskan untuk anak-anak, tetapi juga remaja hingga orang tua. Kehadiran tim dari DPK, disambut semua pihak yang ada di wilayah Suela. Tim dari DPK Lotim, rupanya tidak saja sekadar datang memberikan trauma healing. Tetapi juga memberikan bantuan berbagai jenis kebutuhan para korban. Mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan bayi. Uniknya, memberikan hadiah bagi anak-anak yang mendapatkan trauma healing ini.
Terlihat, anak-anak yang jumlahnya sekitar 150 orang itu, antusias dalam kegiatan trauma healing. Sejenak mereka seakan-akan tidak merasakan pernah dilanda gempa bumi. Mereka mengekspresikan diri, mengikuti pemandu dari DPK. Mereka juga menggambarkan apa yang menjadi cita-cita mereka.
Beberapa fasilitas penunjang perpustakaan juga diperkenalkan terhadap para korban dari kalangan anak-anak. Anak-anak korban gempa bumi ini, dimanjakan selain menggunakan hadiah, tetapi juga diberikan kebebasan memilih buku yang disukainya, untuk dibaca mereka ditempat.
Petugas dari DPK, sempat kewalahan melayani anak-anak yang berlarian ke mobil pelayanan perpustakaan, karena ingin mencari buku yang mereka mau baca. Setelah mereka membaca buku-buku yang dipinjamnya, tim trauma healing pun meminta mereka bercerita, tentang isi buku yang dibacanya tersebut.
Usai bercerita isi buku yang dibacanya, tawa dan sorak sorai anak-anak pun kembali pecah, ketika Kak Royan membawakan pantomim, tentang tips ketika terjadi gempa bumi. Tampilan dandanan yang unik, dan aksi gerak tubuh seorang diri, membuat anak-anak tak berkedip dan terus memperhatikan setiap gerakannya. Bagi mereka, melihat pantomim adalah hal baru.
Setelah dihibur dengan atraksi pantomim, anak-anak korban gempa bumi ini, diajak lomba dengan berbagai jenis permainan. Mulai dari balap kelereng, estafet hulahop, dan keseimbangan bola. Permainan diberikan itu, mempunyai pesan edukasi, mulai dari kerjasama, kecepatan, ketangkasan dan kejujuran. Tampak senyum bahagia dengan sumringah terlihat dari wajah anak-anak korban gempa bumi ini. “Kami ingin lewat kegiatan trauma healing ini melepas kegundahan dan trauma anak-anak kita. Sebab, perjalanan untuk meraih masa depan mereka masih panjang. Insya Allah, kegiatan serupa setelah di Suela, kita akan rencanakan juga di beberapa desa lainnya yang terdampak gempa,” kata H Haryadi Djoewayni, Kepala DPK Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here