Beranda Mataram Mayat di Perahu Ternyata Hoax

Mayat di Perahu Ternyata Hoax

BERBAGI
ZAENUL/RADAR MANDALIKA KETERANGAN: Melihat foto dan kabar beredar di Ponselnya, kemarin.

MATARAM – Penemuan mayat di Pantai Boom Ampenan, tiba-tiba membuat heboh masyarakat. Informasinya beredar melalui pesan di WhatsApp (WA). Pesan di WA itu menyebut, seorang perempuan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam perahu, lengkap dengan lampiran foto.
Pesan berantai itu ditanggapi Kapolsek Ampenan, Kompol I Wayan Suteja, kemarin. DItemui di ruang kerjanya, Suteja mengaku menerima kabar itu pada pukul 08.15 Wita, “Berawal dari informasi di WA grup,” kata Kapolsek.
Kapolsek juga menerima WA dari Kapolres Mataram, bila di Pantai Boom telah ditemukan mayat di dalam perahu. “Mayat diperkirakan berusia 15 tahun, ditemukan menggunakan berselimut biru,” lanjutnya.
Menanggapi informasi itu, sesuai standar operasional, Suteja bersama anggota dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) kemudian menyisir seluruh garis pantai di Kecamatan Ampenan. Dari pantai Gading, Loang Baloq, Tanjung Karang, Bangsal sampai Bintaro. “Kita sisir semua, ternyata hasilnya nihil,” tegasnya.
Dari foto yang beredar itu, diperkirakan bukan berada di Pantai Boom Ampenan. “Di Pantai Boom ikan tidak ada perahu, begitu kami melakukan pengecekan menyisir pantai,” katanya.
Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan hal senada, “Kalau ada tadi sudah saya telepon bapak,” tutur Suteja menirukan ucapan warga.
Di Pantai Bintaro, pihak Polsek bertemu tim identifikasi Polres Mataram yang menjelaskan hasil penelusuran ternyata nihil. Untuk memastikan, Suteja mengkonfirmasi hingga ke aparat kepolisian di Lombok Barat, dan ternyata memang tidak ada temuan tersebut.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut di internet, ternyata foto yang sama berlokasi di Muncar, Banyuwangi. “Karena itu dipotong-potong dikirim ke WA kan. Itu terakhir dibuka ternyata lokasi di Muncar. Fotonya sama,” katanya.
Ditambahkan Kapolsek, pihaknya berjanji akan menjelaskan apa adanya bahwa kabar yang beredar di Pantai Boom tidak benar. Itu setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi ke tempat-tempat di wilayah Ampenan bahkan sampai Lobar, ternyata hasilnya nihil.
Kemudian untuk menelusuri keberadaan pelaku, menjadi tugas tim khusus. “Nanti tugas cyber crime, tim khusus,” tutupnya. (cr-je/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here