Beranda Mataram Hotel Minta Dukungan untuk Recovery

Hotel Minta Dukungan untuk Recovery

BERBAGI
IST/Radar Mandalika PERTEMUAN: Jajaran pengurus dan anggota AHM saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Mataram, kemarin.

MATARAM —Gempa yang mengguncang Pulau Lombok, telah berpengaruh terhadap berbagai sendi kehidupan di Kota Mataram. Termasuk berdampak ke sektor perhotelan. Ketika gempa, sejumlah hotel di Kota Mataram ikut mengalami kerusakan. Pascagempa, hotel-hotel kembali dihadang kendala yang membuat operasionalnya belum bisa seperti sebelum gempa melanda.
Segala curahan hati kalangan perhotelan disuarakan Asosiasi Hotel Mataram (AHM) saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Mataram, kemarin. AHM yang merupakan organisasi untuk mewadahi para pengelola dan pengusaha hotel yang ada di Kota Mataram, menyampaikan berbagai hal terkait kendala yang dialami hotel-hotel yang ada di Kota Mataram pascabencana gempa bumi.
Hotel-hotel yang ada di Kota Mataram menurut perwakilan AHM, Slamet Fahrurrozi, mengharapkan dukungan dari Wali Kota dalam upaya recovery. Karena dampak bencana dirasakan cukup besar, baik secara infrastruktur maupun beban pembiayaan serta operasional yang tidak sebanding dengan tingkat hunian hotel yang menurun tajam.
Selain itu, AHM juga meminta rekomendasi untuk penyesuaian Pajak Pembangunan 1 (PB1) atau pajak hotel dan restoran di tengah kondisi hotel yang dialami pasca bencana. Serta menyarankan agar Wali Kota membuat kebijakan untuk membentuk tim ahli untuk melakukan assesment dan mengeluarkan sertifikasi layak bangunan bagi gedung dan bangunan hotel pascagempa, karena tingginya biaya sertifikasi secara mandiri.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyatakan akan segera mengambil langkah untuk menyikapi saran dan masukan yang disampaikan oleh AHM. Untuk mengambil kebijakan seperti yang diharapkan AHM, Pemerintah Kota Mataram harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian PUPR yang juga tengah mengerahkan tim assesment untuk memeriksa kondisi bangunan yang ada di Kota Mataram.
Mengenai rekomendasi penyesuaian pembayaran PB1 sekaligus bagi pihak ketiga yang memiliki kaitan secara keuangan dengan pihak hotel, Wali Kota berjanji akan mempelajarinya dan menyiapkan langkah yang tepat. Wali Kota sedikit bersyukur bahwa meskipun sejak gempa pertama terjadi sampai dengan saat ini menimbulkan kerusakan cukup besar di Kota Mataram, namun aktifitas perekonomian di Kota Mataram sedikit demi sedikit mulai dapat bergerak lagi. “Mudah-mudahan kita segera pulih dan bangkit kembali,” harapnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here