Beranda Headline ACT Dirikan Information Center Empat Titik

ACT Dirikan Information Center Empat Titik

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERI KETERANGAN : Senior Vice President of Group of Distribution Program, Syuhelmaidi Syukur (tengah), Kepala Cabang/Bracnh Manager ACT NTB Lalu muhammad Alfian dan Koordinator Posko, Sutaryo saat beri keterangan, kemarin.

MATARAM – Akasi cepat tanggap (ACT) membuka akses kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penanggulangan bencana gempa Lombok, melalui Information Center yang tersebar di empat titik berbeda.

Empat lokasi itu, yakni di Posko Induk ACT yang berada di jalan Sriwijaya Nomr 80 J, Bandara Internasional Lombok Praya, Pelabuhan Lembar dan di lokasi Intergated Commonity Shalter (ICS), yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Lombok Utara.
Dalam acara peresmian yang dihadiri oleh Senor Vice Preciden of Group Of Distribution Prgram Syuhelmaidi Syukur, Branch Manager ACT NTB Lalu Muhammda Alfian, dan Koordinator Posko Lapangan Sutaryo, ACT hingga saat ini, masih menjajal beberapa posko yang masih belum bisa dijangkau kendaraan.

“Adanya information center ini, sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi sejauh mana perkabangan sebaran bantuan Lombok,” terang Syuhelmaidi Syukur dalam jumpa pers, kemarin.

Selain itu, pusat informasi ini juga bisa menjadi lokasi pengaduan masyarakat yang sampai saat ini belum tersentuh, atau pernah tersentuh bantuan, namun bantuannya habis. Sehingga, diharapkan pemulihan kehidupan masyarakat bisa dilakukan secara menyeluruh, dengan mengetahui titik terparah dan titik posko terdekat agar segera tertanggulangi.

“Kita juga sejauh ini hampir merampungkan 160 hunian sementara yang akan segera kita lauching beberapa waktu ke depan. Tepatnya di Dusun Godang, Kecamatan Gangga Lombok Utara,” bebernya.

Hunian sementara atau ICS ini, akan menjadi hunian percontohan untuk membangun 11 ICS lainnya untuk menjawab kebutuhan pengungsi. Karena, menjelang musim penghujan ini, masyarakat masih tinggal di tenda pengungsian yang tentu sangat tidak layak.

“Target kita untuk ISC kedua ini dilakukan selama satu bulan. Sehingga sebelum musim hujan tiba, saudara-saudara kita bisa tinggal di tempat yang layak,” harapnya.

Sementara itu, Branch Manager ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian menambahkan, untuk pengaduan masyarakat melalui Information Center dilakukan melalui tahap pengaduan. Setelah itu, tim ACT akan melakukan verifikasi lapangan, agar data yang ada sesuai dengan laporan yang diterima ACT. Setelah itu, baru penyaluran bantuan sesuai dengan kebutuhan pengungsi.
“Perlu diingat oleh masyarkat, kami bukan lembaga pemerintah, kami lembaga sosial yang memperolah dana dari donatur yang cukup banyak. Kami menyalurkan bantuan, memiliki prosedur yang ketat, jadi kalau ada yang datang dengan emosi dan merasa belum dibantu, mohon pengertiannya,” ujar Alfian.

Ia menambahkan, untuk mengatasi beberapa daerah yang belum terjangkau, ACT saat ini sudah menyediakan motor trail dan komunitas trail sebagai relawan. Sehingga, daerah yang sangat sulit terjangkau, dapat memperoleh bantuan segera mungkin.

Dari lapangan, sejauh ini posko ACT tersebar sebanyak 182 posko dari Lombok hingga Sumbawa. Posko ini kemungkinan akan bertambah karena banyak daerah-daerah yang baru dijangkau dan membutuhkan posko bantuan.

“Kita punya dapur umum. Namun yang mengelola ibu-ibu rumah tangga yang mengerti menu makanan keluarganya. Kami hanya meyediakan bahan makanan,” ujar Sutaryo.

Hal ini membuat masyarakat tidak merasa berada di pengungsian, karena menu makanan yang diperolah masyarkat merupakan menu masakan sehari-hari.
Selain itu, relawan yang berada di laparangan terus bersinergi. Mulai dari posko wilayah, yang bertugas menyuplai kebutuhan pengungsi, seperti makanan pokok, terpal hingga pakaian, kemudian posko unit, dimana posko ini berada di tengah-tengah masyarakat, yang betugas melakukan berbagai macam recovery. Baik penyediaan makanan, trauma hiling, hingga relief.

“Semangat relawan sangat luar biasa. Namun kami sendiri mengakui bahwa masyarakat korban gempa sangatlah kuat. Mereka bisa hidup secara mandiri, tanpa bermanja-manja mengeluhkan keadaan,” paparnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here