Beranda Headline Tudingan Prabowo Tanpa Dasar

Tudingan Prabowo Tanpa Dasar

BERBAGI
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Agung Laksono (AL) mengatakan pernyataan Prabowo soal utang negara tak berdasar. (jpnn/jawapos.com)

JAKARTA – Kritik pada kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terus disuarakan oleh kubu oposisi. Terbaru Bakal Calon Presiden (Bacapres) Prabowo Subianto menyebut utang negara setiap hari jumlahnya bertambah Rp 1 triliun.
Menanggapi itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Agung Laksono (AL) mengatakan, pernyataan itu keliru. Bahkan menurutnya itu tudingan tanpa dasar.
“Itu keliru, jangan main tuduh aja begitu kalau nggak ada dasarnya,” ujar Agung di DPP Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (4/9).
Agung meminta rakyat tidak begitu saja percaya dengan tudingan itu. Sebab belum bisa dipastikan keabsahannya. Sehingga harus di cek ulang. Karena dalam menurutnya, utang negara telah diatur dalam Undang-undang (UU).
“Segala aspek pertimbangannya pun ada. Sehingga dalam melakukan peminjaman tidak melebihi dari ketentuan yang berlaku. Jadi itu mesti dicek lagi,” paparnya.
Namun, Agung mengaku enggak begitu paham mengenai utang negara, karena ada ketentuannya, ada batasan-batasannya, termasuk ada produk domestik bruto dan sekian persen yang diizinkan oleh UU.
“Kalau enggak salah tidak boleh melebihi 3 persen dari APBN,” pungkas Agung.
Sebelumnya, Prabowo yang dikenal dengan sebutan 08 berpendapat utang Indonesia semakin hari terus membengkak. Bahkan kenaikannya per hari disebut mencapai Rp 1 triliun.
“Saudara-saudara, utang Pemerintah kita naik terus, naik terus. Sekarang hitungannya naiknya Rp 1 triliun tiap hari,” kata Prabowo saat membedah buku karyanya berjudul ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9).
Utang Indonesia yang disoroti Prabowo yakni pada periode kuartal I 2018 menyentuh Rp 4.227 triliun atau sebesar 29,79 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (gwn/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here