Beranda Headline Sukiman Kritik Kehadiran Pejabat

Sukiman Kritik Kehadiran Pejabat

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PERTANYAKAN : Bupati terpilih HM Sukiman Azmy saat menanyakan kehadiran pejabat di tengah masyarakat korban bencana, dalam diskusi terfokus, kemarin.

LOTIM – Penanganan musibah bencana gempa bumi Lombok, hingga kini masih dikeroyok semua pihak. Dalam proses penanganan bencana itu, Bupati terpilih Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy, justru mempertanyakan kehadiran para pejabat daerah ini. Negara ditegaskannya, harus hadir ketika masyarakatnya mendapat musibah.
“Saya tidak punya kewenangan menangani gempa. Tapi saya sudah berupaya mengimbau semua pihak, untuk menyalurkan bantuannya tepat sasaran,” kata HM Sukiman Azmy saat mengisi diskusi terfokus di Loka Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, kemarin.
Ia mengungkapkan, sejumlah bantuan untuk masyarakat korban bencana gempa bumi, masuk melaluinya. Bahkan, ada pula bantuan untuk Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) masuk melaluinya mengatasnamakan Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Tenaga Kerja. Bantuan untuk BLKI itu sudah diarahkan ke pihak terkait.
“Saya saat ini bukan atasnama pejabat. Tapi tidak lebih dari sekadar relawan yang peduli terhadap nasib masyarakat Lombok Timur,” tegasnya.
Yang perlu dikoordinasikan saat ini ujar Sukiman, bagaimana tugas relawan menjaga ekonomi masyarakat, sehingga tidak lapar. Termasuk bagaimana menjaga kesehatan masyarakat. Yang harus dilakukan sebagai relawan, bagaiamana membagi sektor.
“Jadi, harus saling konsolidasi dengan menebar diri di semua titik, sehingga semua merata,” tandasnya.
Selain menyoroti soal kehadiran para pejabat di tengah masyarakat korban bencana alam, ia juga menyoal sumber data yang dinilainya hingga saat ini masih belum valid. Ia mengaku semua merasa berhak mengekspose data, sehingga tidak ada data valid yang dihasilkan. Terutama, berapa rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
“Kita tidak diberikan informasi jelas oleh pemberi informasi (berwenang). Sehingga, para relawan tidak tahu harus kemana. Bagaimana pun sejak gempa pertama terjadi, informasinya selalu berubah-ubah,” pungkasnya. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here