Beranda Headline Pemuda Montong Sapah Serbu Kantor Desa

Pemuda Montong Sapah Serbu Kantor Desa

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA HEARING: Puluhan pemuda dari Desa Montong Sapah, Kecamatan Prabarda melakukan hearing ke kantor desa, kemarin.

PRABARDA —Puluhan pemuda Desa Montong Sapah, Kecamatan Praya Barat Daya yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Desa mendatangi kantor desa setempat, kemarin. Aksi ini digelar karena mereka menganggap Pemdes selama ini tidak transparan dalam mengelola keuangan desa yang mencapai lebih dari Rp 2,4 miliar.
Hanafi, salah satu pemuda Dusun Karang Dalam menegaskan, aksi pemuda ini murni tanpa adanya permintaan dari siapapun.
“Aksi ini murni untuk menyelamatkan uang negara dan hak masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya kata dia, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan aksi serupa. Namun saat itu, ketika warga mempertanyakan perihal keterbukaan informasi, perwakilan Pemdes justru menyatakan jika tidak semua masyarakat bisa mengakses informasi terkait keuangan desa. Padahal dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi, semua masyarakat berhak mengetahui arah penggunaan dana desa yang dikelola.
“Kami sebenarnya berniat menyelesaikan tanpa harus ada aksi ini. Tapi faktanya ada ungkapan-ungkapan tidak memuaskan dari Pemdes dan BPD. Makanya kami merasa tertantang untuk mencari tahu lebih luas lagi soal keuangan desa ini,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Jasmani, salah satu pemuda asal Dusun Montong Sidu. Di hadapan Kades, Camat dan Kapolsek Prabarda, ia menyatakan bahwa terhadap aksi pemuda ini ada kata-kata pengancaman keluar dari Pemdes seperti ingin melapor balik apa yang dilakukan pemuda. Padahal pihaknya hanya ingin mengetahui seperti apa pengelolaan keuangan desa. Akan tetapi jika Pemdes tetap bersikukuh untuk menyalahkan langkah pemuda desa ini, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melayangkan laporan ke Polres, Kejari, DPMD maupun ke Inspektorat.
“Wajar juga kami bertanya karena selama ini tidak ada transparansi dari desa tentang semua program yang ada. Lagian papan informasi juga tidak pernah dibuat,” sesalnya.
Menanggapi aksi pemuda tersebut, Kades Montong Sapah, Adim menjelaskan bahwa beberapa program yang diduga menyimpang itu tidak semua atas dasar kesalahan Pemdes. Di sisi lain, semua program desa tahun ini belum diperiksa Inspektorat.
“Nah untuk program tahun lalu, tidak ada temuan apa-apa dari auditor. Lantas apa yang mau dipersoalkan? Tapi untuk program tahun ini seperti lapangan bola voli sudah saya perintahkan TPK untuk memperbaikinya,” terangnya.
Kemudian masalah tidak adanya papan informasi di masing-masing program juga saya akui itu kesalahan Pemdes karena tidak dianggarkan.
“Insya Allah tahun depan kita akan pasang,” sambungnya.
Sementara itu, Camat Prabarda, Kamarudin menyarankan agar apa yang dipersoalkan pemuda ini diselesaikan dengan baik tanpa harus berlanjut hingga ke meja hukum. Selain itu, ia mengapresiasi aksi pemuda ini, karena menurutnya bagian dari keingintahuan warga terhadap program yang dikerjakan desa. Oleh karena itu, ia berharap agar Kades menegur dan tidak menerima pekerjaan TPK jika tidak dikerjakan sesuai harapan.
“Kami dari kecamatan juga melakukan pemeriksaan nanti. Dan jika masih saja tidak ada kesepakatan atau masih ada yang mau ditanyakan bisa ditanya kami langsung maupun ke Inspektorat,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here