Beranda Praya Metro Inspektur Sorot Kinerja PD dan BPD

Inspektur Sorot Kinerja PD dan BPD

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DILANTIK: Para BPD saat menyalami Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT usai dilantik, pekan lalu.

PRAYA — Inspektur Inspektorat Lombok Tengah (Loteng), L Aswatara menyorot kinerja pendamping desa (PD), dan badan permusyawaratan desa (BPD). Diungkapkannya, adanya beberapa oknum PD bahkan oknum BPD kinerjanya belum maksimal di desa.
Selain itu, banyak permasalahan di tingkat desa yang sekarang harus loncat penyelsaiannya di tingkat kabupaten. Harusnya, setiap persoalan atau tugasnya diselsaikan di tingkat bawah oleh BPD maupun PD sesuai dengan tupoksinya.

Aswatara menyatakan, pihaknya melihat kebanyakan oknum PD ini tidak jelas, bahkan ada yang tidak pernah masuk kantor. Tidak hanya itu, selama ini petugas pendamping tidak kosultasi kepada pihak Inspektorat mengenai permasalahan yang terjadi.
“Sebelumnya, kami sempat mengusulkan pendamping desa ini dari warga desa setempat. Tujuan agar mereka mengetahui segala problem yang terjadi. Tapi tidak direspons. Sekarang sudah terbukti kinerjanya,” ungkap Aswatara.
Menurut dia, selama ini tidak sedikit pendamping desa yang kurang menguasai secara teknis. Sehingga masih banyak desa-desa yang juga merasa kesulitan untuk membuat perencanaan dan pelaporan keuangan desa. Padahal dengan pendampingan ini, bisa meminimalisir potensi penyalahgunaan dana desa.
“Kami menilai selama ini mereka belum maksimal,” sebut dia.
Sedangkan untuk BPD juga kebanyakan vakum. Mereka yang harus menyelesaikan segala persoalan yang terjadi dibawa ke kabupaten. Dalam undang-undang dan Peraturan Pemerintah (PP) sudah memberikan payung hukum yang jelas sehingga BPD tidak perlu ragu dalam menjalankan fungsinya.
Apalagi, sekarang dana desa yang bersumber dari APBN jumlahnya cukup besar, maka diperlukan mekanisme kontrol dari masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana desa tersebut, agar dana tersebut dipergunakan sesuai dengan peruntukannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peran BPD ini sangat penting,” tuturnya.
Dia menambahkan, pihaknya harapkan dengan dilantiknya 932 BPD baru sebelumnya akan merubah semuanya. Mereka bisa bekerja sesuai dengan harapan Bupati, lebih aktif untuk melakukan pengawasan serta membuat awik-awik di desa tersebut. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here