Beranda Praya Metro Bantuan Bukan Ajang Kampanye

Bantuan Bukan Ajang Kampanye

BERBAGI
ILUSTRASI

BKU —Pemberian sejumlah bantuan logistik dari pemerintah desa kepada masyarakat sarat dugaan miring. Salah satunya berkaitan dengan jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun ini. Seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Batukliang Utara. Dimana sejumlah warga menduga bahwa segala bantuan yang diberikan desa salah satu cara untuk memuluskan para petahana yang juga ikut kembali dalam Pilkades.
Namun untuk menghilangkan dugaan tersebut, pihak kecamatan membuat regulasi khusus kepada para Pemdes dalam menyalurkan bantuan. Dimana bantuan yang diberikan melalui desa dikelola langsung oleh Sekdes, bukan Kades. Hal ini untuk mencegah dugaan bahwa kades petahana yang ada di balik semua itu.
“Kalau Kades turun tangan, ya pasti lawan politiknya bakal iri dan menduga yang tidak-tidak. Nah inilah jalan yang kita berlakukan,” ujar Sekretaris Camat Batukliang Utara, Kaharudin.
Namun di sisi lain, langkah yang digagas Sekcam Batukliang Utara itu disesalkan Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Loteng, Sahim. Sebab menurutnya, kebijakan dari pihak kecamatan tersebut melangkahi seorang kepala desa.
“Semestinya Kades harus selalu dilibatkan ketika berurusan dengan kepentingan kemanusiaan. Selama Kades masih menjabat, ya harus dilibatkan. Kalau tidak ini namanya melangkahi pemangku kebijakan di desa,” tegas Kades Nyerot ini.
Di sisi lain, pihak kecamatan mesti intens berkoordinasi dengan Kades. Sehingga tidak menjadi boomerang yang mengurangi rasa persaudaraan antar sesama pelayan masyarakat.
“Prasangka boleh saja, tapi kan tugas jabatan Kades masih ada. Keliru kalau camat melangkahi,” sesalnya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here