Beranda Mataram
BERBAGI

==KESEHATAN==

Pengungsi Terancam Kesakitan Massal

MATARAM —Masalah baru tengah mengancam para pengungsi akibat gempa di Kota Mataram. Akibat terlalu lama tinggal di tenda pengungsi, pengungsi bisa terjangkiti aneka penyakit. Dikatakan Asisten I Setda Kota Mataram, L Martawang, ancaman kedepan yang dikhawatirkan dapat terjadi adalah ancaman kesakitan massal, atau yang terkait kondisi kesehatan pengungsi. Mengingat saat ini pengungsi mulai terkena penyakit seperti demam berdarah, malaria, diare, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengakui bila warga pengungsi di Kota Mataram berada dalam ancaman kesakitan massal. Bukan saja secara fisik, melainkan juga secara psikis. Sehingga sampai saat ini banyak warga tetap memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang rentan oleh jangkitan penyakit, daripada kembali ke rumah masing-masing. “Memang sulit untuk mengajak masyarakat kembali ke rumah. Jadi biar nanti alam yang sudah membawa mereka keluar, alam juga yang akan membawa masuk kembali kerumah,” ujarnya.
Namun setelah semua masalah-masalah spesifik tertangani dan pembersihan di area yang terdampak juga telah dilakukan, warga yang masih tinggal di titik-titik kumpul diharapkan masuk ke dalam kampung, atau bila memungkinkan kembali ke lahan masing-masing. Dengan demikian lambat laun warga akan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala, roda ekonomi dapat kembali bergerak, karena secara psikologis akan lebih nyaman bila warga berada di rumah sendiri. “Saat ini masyarakat menggantungkan diri pada pemerintah, jadi apa yang menjadi amanah harus segera diselesaikan,” kata Mohan seraya memerintakan Dinas Kesehatan (Dikes) segera melakukan fogging di titik-titik kumpul masyarakat.
Menjawab perintah itu, Kepala Dikes Kota Mataram, H Usman Hadi mengatakan, pihaknya telah melakukan fogging di Lingkungan Pengempel, Gontoran, Tegal. Dan Pesonggoran. Fogging dilakukan sebagai antisipasi munculnya penyakit, seperti demam berdarah atau malaria. “Gak ada kasus. Hanya antisipasi,” kata Usman.
Antisipasi menjadi penting agar pengungsi nyaman. Fogging diutamakan pada lokasi pengungsi permanen. Dikes pun tak kesulitan anggaran untuk fogging karena memang sudah tersedua dananya. Mengenai jenis penyakit yang banyak dialami pengungsi, menurut Usman, antara lain ispa, diare, cacar, dan ketidaknyaman di perut yang bisa diakibatkan karena stres. “Kita fokus ke tempat pengungsian yang rumah warganya hancur. Kalau yang sakit tentative, lebih baik ke puskesmas,” sarannya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here