Beranda Praya Metro Sisi Lain Perayaan HUT Desa Segala Anyar ke-21

Sisi Lain Perayaan HUT Desa Segala Anyar ke-21

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SEPEDA SANTAI: Ratusan peserta dan panitia HUT Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut saat bersepeda santai, Minggu sore.

Gelar Lomba Funbike dan Permainan Tradisional, Jadi Trauma Healing untuk Warga

Rangkaian lomba memperingati HUT ke-21 tahun Desa Segale Anyar diharapkan menjadi program trauma healing untuk warga.
HAFIDZUDDIN — LOTENG

BANYAK hal bisa dilakukan dalam merayakan HUT desa. Seperti yang dilakukan Desa Segala Anyar. Di tengah musibah yang tengah melanda, Pemdes beserta karang taruna setempat menggelar lomba funbike dan lomba permainan tradisional. Lomba ini juga sebagai salah satu upaya desa memberikan trauma healing untuk warga. Benar saja, di tengah rasa trauma akibat rentetan bencana gempa bumi yang melanda sebulan terakhir, dalam mengikuti lomba tersebut warga pun bisa tersenyum santai. Mereka larut dalam acara perayaan. Seolah-olah lupa akan ancaman gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja.
Ketua panitia yang juga Ketua KTI Desa Segala Anyar, Edi Wiranata menerangkan, sepeda santai yang mengambil tema “Tour de Segala Anyar” ini mengambil jalur mengelilingi Desa Segala Anyar, yakni start di kantor desa kemudian menuju jalan Lingkar Tenang, Dusun Anak Anjan kemudian tembus Dusun Pance, Papak, Kadik 1, Dusun Lamben, hingga finish kembali di kantor desa. Pengambilan rute ini agar para peserta yang kebanyakan usia anak-anak bisa mengetahui, jalur dan jalan penghubung antar dusun yang juga merupakan jalur terluar dan batas-batas desa.
“Inilah tujuan kami, memperkenalkan batas desa juga ingin para peserta khususnya anak-anak bisa tertawa kembali meski mereka masih tinggal di bawah terpal,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 1 September lalu, di halaman kantor desa juga digelar tabligh akbar serta pemberian piagam kehormatan kepada tim 11 yang berperan dalam mendirikan Segala Anyar menjadi sebuah desa definitif di Paer Pujut. Selain itu dalam HUT kali ini, juga digelar festival permainan tradisional, jalan sehat, donor darah, pepaosan (pembacaan lontar), pagelaran wayang kulit, kirab budaya dan launching kain kembang komak.
“Khusus permainan tradisional ini sebagai upaya membangkitkan kembali permainan tradisional yang belakangan mulai dilupakan oleh generasi muda,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here