Beranda Mataram Relawan Fokus ke Trauma Healing

Relawan Fokus ke Trauma Healing

BERBAGI
cr-je/radar mandalika Ananda Firman Jauhari

MATARAM —Setelah ditetapkannya masa pemulihan di Nusa Tenggara Barat (NTB), relawan dari berbagai daerah berdatangan membantu para pengungsi. Seperti Ananda Firman Jauhari dan timnya yang membuka posko di Desa Lawang, Kecamatan Sembalun. Ditemui di sekretariat darurat Mapala FKIP Unram, kemarin (3/9), pria berusia 31 tahun ini sengaja datang untuk memberikan trauma healing serta evakuasi puing dan tempat ibadah di lokasi bencana. Tidak hanya distribusi logistik. “Kemarin kita datang ke sembalun, tidak bawa apa-apa, bawa badan saja, tidak kasih bantuan apa-apa. Kita menemani saja, ikut kegiatan,” katanya.
Kondisi di Sembalun, menurutnya, tidak seperti daerah perkotaan. Karena rata-rata penduduknya berprofesi sebagai petani. “Mereka cukuplah makan. Jadi kita datang jadi teman ngobrol,” imbuhnya.
Pengalamannya menjadi relawan saat gempa Jogjakarta tahun 2004 silam, ia melihat banyak relawan antar barang, selesai kemudian pulang. Atas pengalaman itu, ia melihat jika korban gempa juga butuh teman bicara. “Aku bayangin adalah (korban) butuh teman,” kata Ananda.
Trauma tidak akan berhenti sebulan dua bulan saja. Sehingga relawan harus menetap di lokasi bencana. “Teman-teman ini datang untuk memulihkan trauma-trauma, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang pernah ada sebelum ada gempa. Walaupun dengan tenda darurat untuk mengaji atau apapun,” pungkas Ananda.(cr-je)
Trauma healing itu bukan berarti terapi psikologis. bukan klinik psikologis tapi menjadi teman bagi mereka. Hal paling penting dari proses trauma healing adalah keterikatan emosi antara relawan dengan korban. “Ini saja kita pamit pada mereka, tiga hari disana, dilepas turun kayak udah satu bulan di sana”, lanjutnya.
Biaya perjalanan para relawan diakuinya merupakan hasil penggalangan donasi teman-teman di Jember. “Teman-teman bikin penggalangan dana di lampu merah-lampu merah dan sebagainya. Kita penggalangan dana khusus relawan. Jadi untuk transport relawan. Jadi untuk relawan yang kesini mandiri lah secara logistik dan sebagainya” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here