Beranda Headline Pusat Janjikan Perbaikan Tuntas Dua Bulan

Pusat Janjikan Perbaikan Tuntas Dua Bulan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana saat menerima kunjungan Presiden RI Joko Widodo di RSUD Kota Mataram, kemarin.

MATARAM —Perbaikan kerusakan bangunan fasilitas kesehatan, dan pendidikan akan ditalangi pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi SMPN 6 Mataram, dan RSUD Kota Mataram, kemarin. “Iya kata Presiden, akan perbaiki ini (sekolah, dan RSUD),” kata Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana ditemui usai menemani Presiden meninjau SMPN 6 Mataram, dan RSUD Kota Mataram.
Diperkirakan, perbaikan akan kelar dalam dua bulan. Sehingga pasien bisa kembali menempati kamar perawatan di dalam gedung. “Sementara pasien di luar dulu,” ujarnya seraya menambahkan, anggaran perbaikan dari pusat. Namun kedepan, Pemkot Mataram harus pula menganggarkan.
Wali kota berharap dengan kehadiran Presiden di Kota Mataram, dapat segera ditindaklanjuti kementerian terkait, dalam mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan. “Sehingga anak-anak dapat segera kembali bersekolah dengan normal, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara Direktur RSUD Kota Mataram, L Herman Mahaputra mengatakan, kondisi gedung RSUD masih aman. Strukturnya oke, hanya arsitekturnya perlu direnovasi. Ketika mengunjungi RSUD, Presiden sempat melihat-melihat kondisi gedung IGD bagian dalam. “Presiden sampai bolak balik untuk memperjelas kalau gedung harus selesai dalam waktu dua bulan,” kata Direktur yang akrab disapa Dokter Jack ini.
Dalam kunjungannya, Presiden juga menyambangi tempat perawatan pasien yang berada di bawah tenda di halaman RSUD. “Presiden tanya ini pasien RSUD, kita jawab iya. Semua pasien RSUD. Presiden bilang kasian (menjalani perawatan di halaman),” ungkap Jack mengulang dialognya dengan Presiden.
Untuk itu, ia berharap dengan percepatan perbaikan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maka bisa segera mengevakuasi pasien ke dalam. Dalam minggu-minggu ini rencananya akan dilakukan edukasi dulu, agar pasien bisa bertahap kembali masuk ruang perawatan di dalam gedung.
Rencananya, awal pekan ini akan memasukkan pasien secara bertahap. Namun apa daya, gempa kembali mengguncang Kota Mataram dengan kekuatan 5,3 skala richter (SR) pada Jumat (31/8) lalu. “Ini makanya butuh lagi trauma healing,” imbuhnya.
Saat ini terdapat 111 pasien yang menjalani perawatan di bawah tenda yang dipasang di halaman RSUD. Serta digunakan empat kontainer sebagai ruang perawatan. Secara kasat mata, kata Jack, perbaikan kerusakan di RSUD menghabiskan anggaran hingga Rp 15 miliar. Namun dengan perhitungan pihak rekanan, bisa saja biayanya lebih rendah dari nilai itu. Mengenai semua biaya untuk perbaikan RSUD ditanggung pemerintah pusat. “Kita tinggal terima jadi,” ujarnya.
Perhitungan itu hanya untuk gedung IGD, gedung manajemen, dan Graha Mentaram. Untuk gedung Graha Mentaram akan diasesment dulu secepatnya. “Harapannya, tidak sampai dua bulan sudah jadi,” tegasnya.
Disampaikan oleh Presiden, kehadirannya di NTB untuk ketiga kalinya selama sebulan terakhir ini untuk memberikan dukungan bagi warga yang mayoritas masih trauma pascagempa. Pada kunjungan kali ini, Presiden juga membawa serta rombongan ahli kontruksi agar fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lain yang rusak dapat diperbaiki sesegera mungkin melalui koordinasi dengan Kementerian PUPR RI. Ditargetkan dalam waktu dua bulan, fasilitas-fasilitas tersebut telah selesai diperbaiki dan dipergunakan kembali. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here