Beranda Lombok Timur Jamaah Haji Kabur Diduga jadi TKI

Jamaah Haji Kabur Diduga jadi TKI

BERBAGI
DOK / RADAR MANDALIKA H Azharuddin

LOTIM – Satu jamaah haji atas nama Samsul Rizal asal Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur (Lotim), yang tergabung dalam kloter 2 (dua) dan dinyatakan hilang, hingga kini belum ditemukan. Dugaan hilangnya satu jamaah haji ini terindikasi disengaja, karena ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, H Azharuddin, kemarin mengatakan, jamaah haji yang menghilang ini, terjadi saat kloternya dijadwalkan akan pulang ke tanah air. Namun informasi diterima Kemenag dari ketua kloter dua, jamaah haji yang menghilang ini sempat menelepon ketua kloternya melalui aplikasi imo. Panggilan dilakukan hingga tiga kali, tetapi tidak didengar oleh ketua kloter. Mengetahui panggilan tak terjawab, ketua kloter tersebut mencoba menelepon balik, tetapi imo jamaah haji yang hilang ini sudah tak aktif lagi.
Informasi lain diterima Kemenag dari pihak keluarganya, jamaah haji tersebut sempat menelepon istrinya. Isi percakapan menanyakan, apakah diberikan izin menetap atau tidak di Arab Saudi. Pihak istrinya itu menyerahkan sepenuhnya keputusan mau menetap atau pulang. “Dasar komunikasi dengan istrinya itu, sehingga kami indikasikan ada unsur kesengajaan. Visa hajinya berlaku 40 hari dan sudah habis. Jadinya status jamaah itu disana ilegal,” tegasnya.
Kembali Azharuddin mengatakan, kasus hilangnya jamaah haji asal Lotim tidak pernah terjadi pada musim haji sebelum-sebelumnya. Ini merupakan kasus pertama sepanjang sejarah Lotim mengirim jamaah haji.
“Untuk komunikasi dengan kedutaan di Arab Saudi belum dilakukan,” tandas Azhar.
Mengenai kondisi jamaah haji asal Gumi Patuh Karya secara umum sehat. Saat ini, jamaah tergabung dalam kloter tujuh sedang berada di Madinah, melakukan ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Sementara jamaah yang tergabung dalam kloter sepuluh, masih berada di Makkah melakukan ibadah umroh. “Insya Allah, jamaah kloter tujuh pulang tanggal 7 September, dan kloter 10 pulang tanggal 12 September ini,” pungkasnya seraya menyebut terdapat dua jamaah meninggal dunia di tanah suci Makkah. Yakni Mahdjaruddin dari Dames Kecamatan Suralaga, dan Siti Maryam dari Desa Rumbuk Kecamatan Sakra. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here