Beranda Headline Diperkirakan Tuntas Setahun

Diperkirakan Tuntas Setahun

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Muh Amin

MATARAM – Wakl Gubernur NTB, Muh Amin membeberkan soal instruksi presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2018, tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi Lombok. Dimana, disebutkan ada anggaran rekonstruksi bangunan warga yang rusak berat besaran Rp 50 juta, akan dicairkan secara bertahap atau tidak utuh. Amin menyampaikan, kucuran dana dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Yang Rp 50 juta itu, tidak langsung utuh tapi, dicicil secara bertahap Rp 10 juta pertama,” kata Wagub di Mataram, kemarin.

Dia menjelaskan, data rumah yang sudah diverifikasi oleh tim sebanyak 5.000 unit rumah, di dalamnya masuk kategori rusak berat, sedang dan rusak ringan. Untuk besaran biaya rekonstruksi bangunan seperti rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan sebesar Rp 10 juta.

Amin menyampaikan, pemerintah provinsi telah melakukan tiga kali rapat bersama Wapres kemudian kementrian terkait kemudian di Yogyakarta membahas infrastruktur pariwisata, kembali lagi rapat dengan Menkopolhukam meminta akselerasi kesepakatan biaya rekonstruksi bangunan 50 juta, sehingga dari 5000 yang sudah masuk total dana mencapai 200 miliar.

“Pola penyaluran secara bertahap itu disesuaikan kemampuan keuangan pemerintah dan lebih permudah administrasi, ” kata dia.

Amin menjelaskan, ada beberapa anggaran akan diluncurkan pada APBD 2019, sehingga bisa dikatakan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa menggunakan sistim multi year karena diperkirakan tuntas hingga Agustus 2019 (setahun, Red).
Oleh sebab itu, diminta kepada kepala daerah khususnya yang terdampak agar identifikasi data korban, agar lebih cepat proses rehabilitasi dan rekonstruksinya.

“Tetap bangun komunikasi dan koordinasi dengan BPBD,” pesannya.

Untuk diketahui, hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid, musala), 3 unit pasar, dan delapan unit rumah sakit dan puskesmas. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here