Beranda Mataram Dampak Gempa, IKM Mati Suri

Dampak Gempa, IKM Mati Suri

BERBAGI
IST/radar mandalika Baiq Eva Nurcahyaningsih

MATARAM – Selain mengakibatkan kerusakan rumah dan merenggut ratusan jiwa, gempa bumi yang melanda NTB bertubi tubi itu telah membuat macetnya perekonomian masyarakat. Apalagi, 138 Industri Kecil Menengah (IKM) di NTB “mati suri”.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih menyampaikan, IKM merupakan ujung tombak perekonomian di NTB. Kalau perekonomian ingin cepat pulih, maka harus bangkitkan lagi para industri kecil menengah.
“Kalau mau perekonomian kita cepat pulih. Bangkitkan lagi para IKM, ” kata Eva di Mataram kemarin.

Untuk membangkitkan IKM, dinas sudah mengusulkan anggaran kepada pemerintah sebesar Rp 900 juta untuk 138 IKM yang terdampak gempa bumi. Kalau melihat jumlah IKM se-NTB sebanyak 80 ribu.
“Iya kalau dilihat dari jumlah keseluruhan, sedikit terdampak. Tapi, mereka ini ujung tombak perekonomian,” kata dia.

Dia menjelaskan, dari jumlah data sementara, 138 IKM yang terdampak tersebut terpencar di beberapa daerah. Seperti Lotim, Loteng, KLU dan Lobar. Kalau Kota Mataram, belum masuk data karena tim masih turun melakukan pendataan. “Saat ini, mereka tidak berpikir rumah. Akan tetapi, bagaimana bisa olahan usaha mereka bisa bangkit kembali. Yang paling menonjol seperti olahan pangan yakni keripik pisang, gula aren dan kopi,” ujarnya.

Eva menambahkan, yang diutamakan oleh dinas adalah pemenuhan logistik bagi korban gempa, terutama para IKM. Dimana, Kementerian Perindustrian sudah mengirimkan bantuan sebanyak tiga kontainer untuk kebutuhan hidup yang dipusatkan di BPBD NTB. “Sekarang mereka sudah mulai bangkit. Kalau pun mereka buka usaha di tenda, mereka tidak mau diam,” jelasnya.

Eva memaparkan, peralatan yang dibutuhkan para IKM adalah perabotan seperti kompor, panci, wajan dan seller. Namun koordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM karena akan difasilitasi diberikan modal kredit untuk membangkitkan usaha mereka. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here