Beranda Praya Metro Curhat Para Pedagang di Pasar Renteng Pascakebakaran

Curhat Para Pedagang di Pasar Renteng Pascakebakaran

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA DEMO: Sejumlah pedagang Pasar Renteng Praya saat demo di kantor bupati, belum lama ini.

Anak Putus Sekolah, Mau Minta Bantuan ke Mana?

Terbakarnya Pasar Renteng Praya menyisakan duka bagi ratusan pedagang. Mereka pun bingung harus bagaimana lagi sekarang. Kantong mencari pundi-pundi rupiah pun lenyap seketika. Seperti apa?
JAYADI-PRAYA

KEBAKARAN di Pasar Renteng tentu tidak melupakan ingatan kita semua. Sebab, peristiwa itu sempat membuat warga di Praya bahkan Loteng heboh dan ingin tahu kenapa bisa terbakar. Sampai sekarang, penyidik Polres Loteng tengah menunggu hasil pendalaman oleh Tim Pubslafor Denpasar, Bali.
Di tengah menunggu proses penyelidikan, bahkan pembangunan lapak di pasar kembali oleh pemerintah. Nyaris tak ada hentinya para pedagang melakukan aksi ke kantor DPRD Loteng bahkan ke kantor bupati. Tuntutan mereka agar segera dilakukan pembangunan, dan diberikan modal usaha juga yang pedagang ini tuntut.
Dalam musibah itu, nyaris 100 persen pedagang merugi. Sebab, barang dagangan bahkan lainnya ludes terbakar api yang dengan cepat melalap bangunan di sana. Sekarang, hanya ada beberapa pedagang yang masih bertahan yang tidak kenak dampak kobaran api pada malam kejadian.
Dari musibah ini, para pedagang di sana pun kembali melakukan aksi ke kantor DPRD dan kantor bupati, kemarin. Tuntutannya tidak jauh beda dengan tuntutan pada waktu aksi belum lama ini. Tapi, ada cerita pedagang yang begitu menyedihkan dalam aksinya. Ia mengaku sudah hilang matapencaharian pasca kebakaran. Parahnya lagi, anaknya terancam putus sekolah gara-gara musibah ini.
Saipul pedagang dari Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya menceritakan, dia sehari-hari berjualan sandal bahkan sepatu di Pasar Renteng. Dimana, lapak miliknya lenyap begitu saja saat kebakaran terjadi. Barangpun tidak ada yang bisa diselamatkannya. Belum lagi bank nagih setoran sebagai tempat ia pinjam modal usaha kala itu.
“Bayangkan sudah kondisi kami,” katanya, kemarin.
Dia mengaku, dari musibah ini dirinya mengaku kebingungan harus bagaimana menyelsaikan piutang bahkan untuk melangsungkan hidupnya ke depan. “Bagaimana kami bisa jualan lagi,” kata dia.
Begitu pula pengakuan pedagang lainnya, H Tarpi. Katanya, kios dagangannya juga habis dilalap si jago merah. Dia mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari dalah satu rekan jualannya.
“Kita tidak tahu kapan mau jualan lagi,” katanya. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here