Beranda Headline Cerita di Balik Kebakaran Pasar Narmada Lombok Barat

Cerita di Balik Kebakaran Pasar Narmada Lombok Barat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PINDAH JUALAN: Seorang pedagang di Pasar Narmada memindahkan dagangannya keluar pasar pascakebakaran Kamis (30/8) malam lalu.

Barang Dagangan Ludes, Surat Berharga jadi Abu

Kebakaran hebat yang melanda pasar Narmada, menghanguskan ratusan los dagang para pedagang. Musibah ini dirasakan begitu beruntun bagi para pedagang.
WINDY DHARMA-LOBAR

SUDAH jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu peribahasa yang bisa menggambarkan kondisi para pedagang di Pasar Narmada. Belum hilang rasa trauma dan kesulitan akibat gempa, kini para pedagang harus kembali merugi lantaran kebakaran yang terjadi Kamis (30/8) lalu di tempat mereka mencari nafkah.
Kebakaran hebat yang melanda pasar menghanguskan ratusan los pedagang. Hal itu menimbulkan kerugian besar bagi pedagang. Seperti dialami Muniah. Raut wajah sedih terlihat dari wajah wanita ini. Ia berusaha menyelamatkan sisa jualan yang belum ludes dilalap si jago merah.
Muniah baru tahu pasar terbakar di pagi harinya. Kebutuhan sembako dan pakaian yang biasa dijualnya di pasar, nyaris hangus semua. Hanya tersisa beberapa setel pekaian yang bisa dselamatkan. “Dua toko saya yang terbakar. Sampai mungkin puluhan juta kerugiannya, pusing saya,” ungkapnya.
Nasib serupa dialami Herman. Ia berada di pasar ketika api berkobar besar, namun tidak sempat menyelamatkan dagangannya yang berada di tengah-tengah los pasar. Kini seluruh dagangannya hangus menjadi arang.
Pada Kamis sebelum kebakaran, pedagang biasa memasukkan barang dagangan. Ia sedikit menyayangkan penjaga malam yang bertugas saat malam itu tidak melihat munculnya api. “Coba ada penjaga yang lihat, mungkin masih bisa dipadamkan,” sesalnya.
Ia tidak bisa menafsirkan berapa kerugian yang dialaminya. Kabarnya di antara pedagang tersebut ada yang menyimpan surat-surat berharga di los dagangannya. Itu gara-gara gempa bumi beberapa pekan lalu, pedagang memilih menyelamatkan surat-surat berharga ke pasar.
Sayangnya, solusi itu justru menimbulkan kerugian begitu besar lantaran terbakarnya dokumen berharga itu. Berbeda dengan kedua pedagang yang lain, Eva sedikit beruntung lantaran daganganya hanya terbakar sebagian saja. Penjual garam ini bahkan masih bisa menyelamatkan dagangannya.
Lokasi dagangannya yang berbatasan dengan lokasi kebakaran membuatnya begitu takut. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, api tidak sampai menjalar keluar hingga menghanguskan seluruh tokonya. “Di los-los itu banyak terpal yang digunakan untuk atapnya, makanya cepat terbakar,” sambungnya.
Para pedagang hanya berharap agar puing sisa kebakaran segera dibersihkan. Sehingga para pedagang bisa kembali berjualan. Walaupun hanya berjualan seadanyam tanpa menyimpan barang di dalam pasar.
Aktifitas di pasar sementara dialihkan ke areal parkir pasar. Pihak kepolisian sudah menurunkan tim Puslabfor dari Denpasar untuk mengindetifikasi penyebab kebakaran.  (*/r1/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here