Beranda Praya Metro Anggaran Pengadaan Modis Minta Dicoret

Anggaran Pengadaan Modis Minta Dicoret

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA AKSI: Puluhan pedagang Pasar Renteng Praya saat aksi di depan ruang kantor bupati, kemarin.

PRAYA – Puluhan pedagang di Pasar Renteng Praya kembali menggedor kantor bupati, kemarin. Namun, mereka datang dengan menyoroti soal anggaran pembelian mobil dinas (Modis), dan peningkatan kapasitas DPRD Loteng sebesar Rp 2 miliar.
Pendamping pedagang, Ihsan Ramdani menyampaikan, kedatang sebagai bentuk kekesalan mereka kepada sikap pemerintah. Sebab, pasca kebakaran itu, pemerintah hanya diam saja tidak memberikan solusi.
“Harusnya pedagang ini diperlakukan sama dengan warga korban gempa,” katanya di kantor Bupati, kemarin.
Dani menegaskan, sebenarnya Pemkab mampu untuk memberikan bantuan modal kepada pedagang. Caranya tingga mengalihkan anggaran yang peruntukkan tidak jelas dalam APBD-P. Salah satunya yakni, peningkatan kapasitas DPRD sebesar dan anggaran pengadaan Modis.
“Kami jelas pertanyakan dana peningkatan kapasitas muapun pengadaan kendaran dinas ini,” katanya.
Dani menyatakan, jika anggaran itu tidak dialihkan ke depanya untuk membantu pedagang, pihaknya bersama pedagang akan demo ke kantor Bupati maupun DPRD. Bilaperlu semua pedagang akan membangauna tenda di halaman kantor bupati agar permintaan itu bisa dipenuhi.
“Sangat wajar mereka menuntut,” tegas dia.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan hasil proses penyelidikan dari Polres Loteng. Sebab, beberapa hari yang lalu, pihak kepolisian sendiri sudah menyatakan bahwa hasil Labfor sudah di kirim. Namun buktinya hingga sekarang masih belum ada kejelasan.
“Kami juga akan mempertanyakan pada Polres Loteng mengenai hasil proses penyelidikan itu,” janjinya.
Pendamping pedagang lainnya, L Tajir Syahroni menambahkan, sebenarnya Pemkab maupun DPRD ini sangat gampang jika berkeinginan membantu pedagang. “ Tinggal DPRD menganggarkan saja selesai. Tapi kenyataan sekarang malah tidak dilakukan. Sehingga kami menuntut kalau memang tidak memperhatikan rakyat kecil lebih baik mundur saja menjadi wakil rakyat,” pintanya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pemerintah bahkan DPRD Loteng. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here