Beranda Lombok Timur Tolak Wacana Deklarasi 2019 Ganti Presiden

Tolak Wacana Deklarasi 2019 Ganti Presiden

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA M Taufik Hidayat

LOTIM – Dalam waktu dekat September ini, sejumlah pihak akan melakukan deklarasi di NTB. Deklarasi tersebut, merupakan deklarasi 2019 ganti presiden. Tak ingin deklarasi itu menimbulkan gejolak, Koalisi Cinta Damai (KCD) NTB, menolak wacana deklarasi tersebut.

“Kami ingin NTB aman, tidak ada terjadi gejolak hanya karena keinginan 2019 ganti presiden,” tegas M Taufik Hidayat, Koordinator KCD NTB, pada awak media, kemarin.
Menurutnya, dengan situasi dan kondisi yang ada di NTB saat ini, terlebih sedang dirundung musibah bencana gempa bumi. Ditambah dengan banyaknya warga NTB menjadi korban akibat gempa bumi, sangat tidak elok adanya kegiatan deklarasi tersebut. Mestinya, kondisi musibah melanda masyarakat saat ini, tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kepuasan politik.
Karena itu ucap Taufik, pihak-pihak yang ingin melakukan deklarasi itu hendaknya dibatalkan demi menjaga kondusivitas wilayah Gumi Gora ini. Baginya, menjaga kondusivitas adalah menjadi tanggungjawab bersama. “Masak di tengah duka seperti ini, masih saja mau deklarasi 2019 ganti presiden. Tentu, akan sangat terlihat kurang baik, jika deklarasi di tengah duka menyelimuti masyarakat,” ujarnya.
Dalam pandangannya, lanjut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lotim versi Munaslub ini, deklarasi 2019 ganti presiden bukan soal pilihan. Namun sebenarnya, pilihan rakyat itu sudah jelas. Dua pilihan itu, sudah ada dihadapan masyarakat. Tinggal masyarakat menentukan sikap, apakah akan memilih Jokowi atau Prabowo.
Masyarakat sambungnya, sudah cerdas dalam memilih siapa pemimpin yang dianggap layak untuk menahkodai negeri ini lima tahun kedepan. “Hal yang paling kita khawatirkan, terjadi perpecahan bangsa. Fakta lapangan, maupun di media sosial (medsos), kegiatan-kegiatan seperti itu menguras perhatian dan tenaga,” tandasnya.
Ia mengaku terus melakukan komunikasi dengan semua pihak, dan berkomitmen menolak wacana deklarasi 2019 ganti presiden tersebut. Penggalangan dilakukan, karena khawatir terjadi gejolak di tengah masyarakat NTB. “Jika terjadi hal tidak diinginkan d itengah masyarakat NTB sebab deklarasi itu, apa berani panitia bertanggungjawab,” tanya Taufik sembari berharap, alasan kedamaian NTB sebaiknya deklarasi dibatalkan. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here